JAKARTA – Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi ujian paling berat di ajang AFC Futsal Asian Cup 2026 saat berjumpa Jepang pada babak semifinal, Kamis (5/2/2026), di Indonesia Arena, Jakarta. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan Indonesia di level futsal Asia (siaran langsung MNCTV malam ini pukul 19.00 WIB).
Indonesia melangkah ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Vietnam lewat kemenangan dramatis 3–2 di babak perempat final. Sementara itu, Jepang memastikan tempat di empat besar dengan performa impresif usai membantai Afghanistan 6–0.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto menegaskan bahwa laga melawan Jepang membutuhkan keberanian yang dibarengi disiplin tinggi. Ia menilai Jepang sebagai tim dengan struktur permainan paling rapi di Asia, cepat dalam pergerakan, efisien, serta jarang melakukan kesalahan. Indonesia dipastikan tidak akan bertahan total, namun juga tidak bermain gegabah. Fokus utama tim adalah menjaga jarak antar lini, disiplin saat transisi, serta memaksimalkan setiap peluang yang didapat. Konsentrasi penuh sepanjang 40 menit menjadi pesan utama yang terus ditekankan kepada para pemain.
Baca Juga:Pasca Banjir, Bupati Lucky Hakim dan Baznas Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk WargaMisi Berat Newcastle United di Etihad Stadium, Manchester City Diunggulkan ke Final Piala Liga
Dari sisi pemain, skuad Garuda menegaskan bahwa nama besar Jepang tidak membuat mereka gentar. Kemenangan atas Vietnam menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bertahan di bawah tekanan dan merespons situasi sulit.
Para pemain senior menyebut laga semifinal ini sebagai momen penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia kini bukan lagi tim kejutan, melainkan penantang serius di Asia. Bermain di hadapan publik sendiri diyakini akan menjadi tambahan energi dan motivasi.
Jepang datang dengan reputasi sebagai tim paling konsisten di Asia. Mereka jarang tampil atraktif, namun dikenal sangat efektif dalam mengelola pertandingan. Pelatih Jepang Kensuke Takahashi menilai, Indonesia sebagai lawan berbahaya karena agresivitas, keberanian dalam duel, serta kemampuan memanfaatkan momentum. Meski demikian, Jepang diperkirakan tetap setia pada gaya permainan mereka yang mengandalkan penguasaan bola terukur, rotasi cepat, dan eksekusi yang tenang.
Para pengamat futsal menilai, pertandingan ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil, seperti respons tim setelah kebobolan, kerapian saat situasi power play, serta kemampuan membaca momentum. Indonesia dinilai unggul dari segi energi, agresivitas, dan dukungan penonton, sementara Jepang memiliki kelebihan dalam pengalaman, manajemen tempo, dan disiplin taktik. Jika Indonesia mampu menjaga skor tetap ketat hingga 10 menit terakhir, peluang menciptakan kejutan disebut semakin terbuka.
