DKPP Indramayu Ajak Petani Gotong Royong Basmi Hama Tikus Lewat Gropyokan

Kecamatan Bangodua
SPANDUK LARANGAN: Sebuah spanduk larangan membasmi hama tikus memakai energi listrik pada salah satu lahan petani di Kecamatan Bangodua, Indramayu, Kamis (5/2). Foto: ANANG SYAHRONI / RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Untuk menekan serangan hama tikus, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Tanaman Pangan mengimbau para petani agar mengedepankan semangat gotong royong. Yakni, dalam pengendalian hama tikus melalui gerakan gropyokan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Kabupaten Indramayu, Puryanto mengatakan, pihaknya terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada petani melalui para penyuluh pertanian agar tidak menggunakan metode berbahaya dalam membasmi hama tikus. Seperti jebakan yang dialiri listrik.

“Kami selalu mengingatkan petani untuk tidak memakai cara-cara yang berisiko, terutama penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik karena sangat membahayakan,” ujar Puryanto, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga:Jemaah Calon Haji Indramayu Tahun 2026 Capai 2.730 Orang, Ini Daftarnya20 Calon Pimpinan Baznas Lolos Administrasi, Jalani Tes CAT dan Penulisan Makalah

Menurutnya, DKPP lebih merekomendasikan metode pengendalian yang aman dan efektif, salah satunya melalui gotong royong antarpetani dengan melakukan gropyokan tikus secara bersama-sama. Selain itu, petani juga diimbau rutin membersihkan saluran irigasi agar aliran air ke sawah tetap lancar.

“Penanganan yang aman harus menjadi prioritas. Jangan lagi menggunakan jebakan listrik. Gotong royong antarpetani sangat dianjurkan untuk mengatasi serangan hama tikus,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, H Sutatang menyampaikan bahwa hama tikus merupakan ancaman serius yang kerap membuat petani resah. Oleh karena itu, pengendalian hama perlu dilakukan secara rutin dan serentak agar populasinya dapat ditekan.

“Pengendalian harus dilakukan bersama-sama dan dengan cara yang aman. Gropyokan tikus perlu terus ditingkatkan. Selain itu, saat ini juga sudah ada metode pengendalian menggunakan burung hantu dengan pemasangan rumah burung hantu (rubuha),” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan KTNA di setiap kecamatan untuk terus menggalakkan kegiatan gropyokan tikus sebagai langkah pengendalian hama. (oni)

0 Komentar