INDRAMAYU – Guna meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendorong angka kunjungan ke perpustakaan daerah, Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu mencanangkan sejumlah inovasi layanan, di antaranya program Jemput Bola dan Referensi Kelabu.
Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pelestarian Bahan Pustaka (P3BP) DPA Indramayu, Rizka Novitasari menjelaskan, jumlah kunjungan pemustaka pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong DPA untuk menyiapkan berbagai strategi baru pada 2026 guna kembali menggenjot minat baca masyarakat.
Berdasarkan data DPA, jumlah kunjungan pemustaka pada 2024 tercatat sebanyak 41.931 orang. Sementara pada 2025 turun menjadi 39.478 orang, atau berkurang 2.453 pengunjung setara 5,85 persen.
Baca Juga:Jemaah Calon Haji Indramayu Tahun 2026 Capai 2.730 Orang, Ini Daftarnya20 Calon Pimpinan Baznas Lolos Administrasi, Jalani Tes CAT dan Penulisan Makalah
“Penurunannya masih di bawah 10 persen, yakni sekitar 5,85 persen. Salah satu penyebabnya adalah tingginya curah hujan di akhir tahun yang berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung,” ujar Rizka, Kamis (5/2).
Menyikapi kondisi tersebut, DPA Kabupaten Indramayu menyiapkan langkah-langkah inovatif untuk mendongkrak kembali angka kunjungan pada 2026. Salah satunya dengan mengubah pola pelayanan melalui program jemput bola ke sekolah-sekolah.
“Sekarang kami tidak lagi menunggu sekolah mengajukan permohonan kunjungan. DPA yang akan proaktif mengirimkan surat ke sekolah-sekolah untuk menjadwalkan kunjungan edukatif ke perpustakaan,” jelasnya.
Selain itu, DPA juga akan meluncurkan layanan Referensi Kelabu, yakni layanan khusus bagi mahasiswa dan peneliti yang membutuhkan akses karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan laporan akhir. Untuk mendukung program ini, DPA telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Indramayu, salah satunya Universitas Wiralodra (Unwir).
“Selama ini koleksi karya ilmiah mahasiswa belum terhimpun secara optimal. Dengan adanya Referensi Kelabu, kami berharap mahasiswa memiliki alasan kuat menjadikan perpustakaan sebagai rujukan utama dalam kegiatan riset,” terang Rizka.
Rizka juga mengakui bahwa DPA tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan jam operasional perpustakaan. Jika sebelumnya perpustakaan buka hingga pukul 19.00 WIB, kini layanan berakhir pada pukul 18.00 WIB.
Meski demikian, DPA tetap aktif melakukan promosi melalui berbagai platform media sosial serta menjalin kolaborasi dengan penulis lokal untuk mempopulerkan Pojok Dermayu.
