RADARCIREBON.ID – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon berkunjung ke Graha Pena Radar Cirebon, Kamis (5/2/2026). Ia beserta jajaran staf diterima langsung oleh Direktur Radar Cirebon Yuda Sanjaya, Pemimpin Redaksi Rusdi Polpoke, serta redaktur Iman Sudarman.
Pada kesempatan itu, Agus Muntholib mengatakan media memiliki peran penting dalam menyosialisasikan program yang dijalankan OJK Cirebon. Terutama dalam hal literasi keuangan. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, penting untuk menjaga iklim investasi di Kota Cirebon.
Semakin banyak investor masuk, tenaga kerja bisa terserap dan roda ekonomi bisa bergerak. “Untuk menjaga iklim iklim investasi di Cirebon, kita semua harus berinergi,” ungkapnya.
Baca Juga:Menag: Indonesia Jadi Negara Pertama Diizinkan Beli Properti di Mekah dan MadinahEpson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio Terbaru untuk Gaya Hidup Modern
Saat ini sejumlah literasi keuangan terus dilakukan OJK Cirebon secara masif di wilayah Ciayumajakuning. Literasi keuangan dilakukan agar individu mampu mengelola keuangan secara efektif, bijak, dan bertanggung jawab, guna mencapai kesejahteraan finansial, menghindari utang berlebih, serta menghindari investasi bodong.
“Sepanjang 2025 kami telah menerima 1.976 pengaduan dan konsultasi, di mana 343 kasus terkait penipuan keuangan, angka ini naik 40% dari tahun sebelumnya,” tuturnya.
Naiknya jumlah angka pengaduan dan konsultasi ini menjadi cerminan meningkatkan literasi keuangan masyatakat. Di mana masyarakat jadi lebih berhati-hati saat menggunakan produk jasa keuangan atau bahkan menemukan penawaran yang diluar ketentuan.
“Kami juga tak henti mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap modus kejahatan finansial dan disarankan selalu menerapkan prinsip 2L legal dan logis sebelum bertransaksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penipuan investasi saat ini menjadi salah satu pengaduan yang banyak masuk ke OJK Cirebon. Penipuan investasi ini juga bisa terjadi pada siapa saja. Seperti misalnya di November 2025, sepasang suami istri melakukan pengaduan ke OJK Cirebon karena menjadi korban penipuan aset kripto yang berada di luar negeri jumlah kerugiannya mencapai Rp600juta.
Di bulan ini, korban penipuan investasi juga terjadi pada salah satu aparatur pemerintah yang mengalami kerugian hingga Rp103juta. “Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat bisa segera melaporkan ke Kontak OJK 157, WhatsApp OJK 081157157157, atau kanal resmi lainnya,” tukasnya. (apr)
