Perbaikan Pipa PDAM Kota Cirebon Dikebut, Kapan Bisa Normal Lagi? Simak Penjelasannya

Pipa PDAM Bocor, Gangguan Air Masal di Kota Cirebon
KEBUT PERBAIKAN: Para pekerja tengah melakukan perbaikan pada pipa Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kamis (5/2/2026). Samsul Huda/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Pipa milik Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, bocor. Peristiwa kebocoran pertama kali dilaporkan oleh petugas pada Rabu malam (4/2/2026) sekitar pukul 21.55 WIB. Imbasnya, layanan air bersih kepada pelanggan di Kota Cirebon terganggu.

Pantauan Radar Cirebon di lokasi kejadian pada Kamis (5/2/2026), bocornya pipa berdiameter 60 sentimeter di kawasan Plangon itu membuat jalan milik Pemprov Jawa Barat itu nyaris terputus karena material tanah terkikis air. Lempengan aspal bahkan terlihat menggantung. Para pekerja pun sibuk mengalihkan sumber mata air Paniis di area pipa melalui saluran pembuangan.

Rupanya, jarak pipa transmisi bawah tanah dengan aspal tak kurang dari satu meter. Tekanan kendaraan yang melintas di jalur Plangon itu pun disebut-sebut sebagai salah satu pemicunya.

Baca Juga:KSPSI Soroti PD Pembangunan, Peringatkan soal Hak-hak Karyawan yang DirumahkanPD Pembangunan Kolaps, Hari Ini Komisi II Turun Cari Tahu Penyebabnya

Dirut Perumda Air Minum Tirta Girinata Kota Cirebon Sopyan Satari SE MM mengatakan kebocoran pipa transmisi itu disebabkan tekanan kendaraan yang melintas hingga perubahan kontur tanah. Selain itu, usia pipa transmisi sudah tergolong tua. Kombinasi itulah yang akhirnya membuat pipa tak lagi mampu menahan beban.

“Pipa itu dibangun tahun 1978. Secara teknis pipanya masih layak. Karena usia maksimal 50 tahun. Namun, terjadi retakan yang mengakibatkan bocor. Maka kemungkinan besar pipa langsung diganti,” kata pria yang akrab disapa Opang itu saat ditemui Radar Cirebon di lokasi kejadian.

Kata Opang, dampak dari kebocoran, setengah pelanggan di Kota Cirebon terdampak. Wilayah Kota Cirebon paling parah. Layanan air mati total. Namun, ada sebagian titik pelanggan air bersih dalam kondisi aman. Seperti Kebon Pelok dan beberapa wilayah Selatan Cirebon.

“Hampir seluruh distribusi air bersih dari mata air Paniis ke Kota Cirebon terganggu,” terang Opang, didampingi Kepala Bagian Produksi Nedi Trisnadi. Menurutnya, aliran sumber mata air Paniis ini tidak bisa ditutup total, karena gaya air gravitasi (dari hulu ke hilir, red).

Paling tidak mengurangi tekanan. Kebocoran ini, lanjut Opang, mengakibatkan kerugian materil hingga ratusan juta. “Kami mencatat, estimasi kerugian kita mencapai ratusan juta. Akibat kebocoran 75 ribu kubik air per hari,” ungkapnya.

0 Komentar