RADARCIREBON.ID –Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Pelantikan ini sekaligus mengisi posisi wamenkeu yang sebelumnya ditinggalkan Thomas M Djiwandono.
Pengangkatan Juda Agung tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029. Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Prabowo dan diikuti pejabat yang dilantik.
Dalam sumpah tersebut, Juda menyatakan kesetiaan kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta kesanggupan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya. Ia juga berjanji menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab demi pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca Juga:Menag: Indonesia Jadi Negara Pertama Diizinkan Beli Properti di Mekah dan MadinahEpson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio Terbaru untuk Gaya Hidup Modern
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian bunyi sumpah jabatan tersebut dibaca oleh Prabowo dan diikuti Juda Agung.
Usai pengucapan sumpah, Juda menandatangani berita acara pelantikan.
Kursi Wamenkeu sempat kosong setelah Thomas Djiwandono berpindah ke Bank Indonesia. Thomas resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 pada Selasa (27/1/2026). Penunjukan Thomas dilakukan untuk menggantikan Juda Agung di BI, setelah Juda menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2026.
Juda Agung dikenal sebagai birokrat dan bank sentralis yang berkarier panjang di Bank Indonesia. Ia memulai karier di BI pada 1991 dan menempati sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014–2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), serta pegawai penugasan setingkat Direktur Eksekutif Departemen Sumber Daya Manusia (2017–2019). Ia juga sempat menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sebelum berada di jajaran deputi gubernur.
Sementara itu, Thomas Djiwandono memiliki lintasan karier yang kerap bersinggungan dengan dunia ekonomi dan politik. Ia pernah bergabung dengan Partai Gerindra, namun kemudian mengundurkan diri setelah ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dengan pelantikan Juda, pemerintah menegaskan kembali pengisian jabatan strategis di Kementerian Keuangan berjalan sesuai kebutuhan kabinet dan penataan kelembagaan. (dsw)
