MILAN – Kementerian Dalam Negeri Italia resmi menjatuhkan sanksi berupa larangan perjalanan tandang bagi suporter Inter Milan hingga akhir Maret 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai buntut insiden pelemparan petasan yang mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga Serie A melawan Inter Milan, akhir pekan kemarin.
Kebijakan tersebut diumumkan pada Rabu (4/2,) dan berlaku hingga 23 Maret.
Dengan sanksi ini, pendukung Inter Milan tidak diperbolehkan menghadiri tiga pertandingan tandang Serie A, yakni melawan Sassuolo pada 8 Februari, Lecce pada 21 Februari, serta Fiorentina pada 22 Maret.
Baca Juga:Resmi Nih! Persija Jakarta Datangkan Mauro Zijlstra, Bintang Timnas Indonesia Senilai Rp1,30 MiliarPengurus SMSI Dilantik, Ini Pesan Walikota Cirebon
Selain larangan perjalanan, The Athletic melaporkan bahwa warga wilayah Lombardy, daerah tempat Kota Milan berada, juga tidak diizinkan membeli tiket pertandingan Inter Milan hingga tanggal yang sama.
“Menindaklanjuti gangguan serius yang terjadi, Menteri Dalam Negeri memberlakukan larangan perjalanan tandang bagi suporter Inter hingga 23 Maret 2026, serta menghentikan penjualan tiket kepada warga wilayah Lombardy untuk pertandingan-pertandingan tersebut,” demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Italia.
Meski demikian, L’Equipe menyebutkan bahwa sanksi tersebut tidak berlaku untuk laga Derby della Madonnina antara Inter Milan dan AC Milan yang akan digelar di San Siro pada 8 Maret, karena pertandingan tersebut tidak memerlukan perjalanan ke luar kota.
Pertandingan Inter menghadapi Bodo/Glimt di ajang Liga Champions juga tidak termasuk dalam cakupan sanksi.
Insiden petasan sendiri terjadi pada babak kedua pertandingan antara Cremonese dan Inter. Sebuah petasan dilemparkan ke lapangan dan meledak di dekat kaki Emil Audero pada menit ke-49, yang membuat sang kiper langsung terjatuh usai ledakan.
Akibat kejadian tersebut, wasit sempat menghentikan pertandingan untuk memastikan kondisi Audero.
Setelah mendapatkan pemeriksaan medis, kiper berusia 29 tahun itu memilih tetap bermain dan menolak diganti.
Baca Juga:GAWAT! Raphinha Absen di Perempat Final Copa del Rey, Barcelona Kehilangan Sosok PentingMenang Telak 3-0 atas Bologna, AC Milan Terus Bayangi Inter Milan di Serie A Italia
Inter pun mampu mempertahankan keunggulan 2-0 yang telah mereka raih sejak babak pertama hingga laga usai.
Namun, Audero mengungkapkan bahwa dampak dari insiden tersebut baru dirasakannya setelah pertandingan selesai.
Ia mengaku mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuh setelah efek adrenalin pertandingan menghilang.
“Di akhir pertandingan, setelah adrenalin mereda, leher saya terasa kaku. Sekarang kondisinya lebih parah karena telinga dan punggung saya juga terasa sakit,” ujar Audero, dikutip dari L’Equipe.
