Belasan Rumah Ambles, Warga Perumahan Kota Baru Keandra Waswas

rumah amblas
TERDAMPAK LONGSOR: Kondisi rumah warga di Blok Drosia yang mengalami retak dan ambles akibat tanah labil, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Rasa cemas menyelimuti warga RT 04 RW 08 Perumahan Kota Baru Keandra, Blok Drosia, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Sedikitnya, 15 rumah dilaporkan terdampak longsor dan tanah ambles. Bahkan, satu rumah sudah terjun ke lereng sungai.

Sementara 14 rumah lainnya kini berada dalam kondisi memprihatinkan, dipenuhi retakan dan penurunan struktur bangunan.

Baca Juga:Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Kesenden CirebonPenjualan Tiket Lebaran KAI Daop 3 dibuka sejak 11 Maret Hingga 1 April 2026, Baru Terjual 10.135 Tiket

Ketua RT 04, Ikbal mengungkapkan, retakan bangunan mulai muncul sejak November 2025. Warga pun telah melaporkan permasalahan itu kepada pihak pengembang perumahan.

“Pihak developer sempat datang meninjau dan berjanji akan melakukan treatment serta perbaikan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi apa pun,” ujar Ikbal, Sabtu (7/2/2026).

Seiring waktu, kata Ikbal, keretakan rumah sendiri bukan hanya 1 tetapi ada sekitar 15 rumah bahkan kondisinya sudah sangat memperlihatkan.

“Kerusakan kian parah. Bahkan ada satu rumah yang bagian belakang nya sudah mengalami longsor. Warga khawatir, jika tak segera ditangani, rumah lain akan menyusul mengalami nasib serupa,” ungkapnya.

Maka dari itu warga meminta kepada pihak developer untuk segera dilakukan penanganan, bukan hanya rumah saja tetapi jalan yang sebagai akses warga juga sudah sangat memprihatinkan, serta tiang listrik sudah miring ditakutkan tumbang dan menimpa warga.

“Tak hanya bangunan rumah, akses jalan lingkungan pun ikut terdampak. Ini sudah membahayakan keselamatan warga. Kami minta penanganan segera, bukan sekadar janji,” tegas Ikbal.

Menurut keterangan yang diterima warga, pihak developer menyebut kondisi tanah di kawasan tersebut labil dan terdapat saluran air di kedalaman sekitar 30 meter.

Baca Juga:Padelity Tournament Siap Digelar di Grage City Mall Cirebon pada Sabtu-Minggu 8–9 Februari 2026Pengurus PGRI Ranting Se-Kecamatan Kesambi Masa Bakti XXIII Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

Namun saat warga meminta dasar atau bukti teknis pernyataan tersebut, tidak ada penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami warga sudah bolak-balik ke pihak developer maupun Costumer Service tetapi tidak bisa memberikan kepastian ataupun bentuk tanggungjawab,” pungkasnya.

Keluhan serupa disampaikan Gagah, salah satu warga Komplek Drosia terdampak. Ia menilai kerusakan terjadi akibat drainase yang tidak berfungsi optimal serta penggunaan material urug yang tidak sesuai standar.

“Material yang digunakan berupa tanah lumpur. Kalau terus terkena air, jelas tidak kuat. Seharusnya sejak awal sudah ditangani dengan benar, kejadian seperti ini bisa dicegah,” katanya.

0 Komentar