Gagah menambahkan, selama dua tahun tinggal di kawasan tersebut, baru kali ini terjadi longsor.
Dampaknya pun bukan hanya kerugian materi, tetapi juga tekanan psikologis bagi warga. “Kami bukan cuma rugi secara fisik, tapi juga mental. Setiap hari hidup dalam rasa takut,” pungkasnya. (sam)
