Kendalikan Inflasi Daerah, TPID Gelar GPM di Belasan Titik Selama Ramadan

TPID Kabupaten Indramayu
TEKAN INFLASI: TPID Kabupaten Indramayu menggelar rakor pengendalian harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kemarin. Foto: TPID FOR RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah pekan kemarin.

Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ir Aep Surahman menekankan perlunya strategi komprehensif.

Baca Juga:Kunjungi Kuningan, Wamendagri Akhmad Wiyagus Sambangi SPPG KasturiGelar Town Hall Meeting, Kilang Pertamina Balongan Paparkan Kinerja Positif 2025

Mulai dari inspeksi mendadak pasar (sidak), Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar dan Operasi Pasar Bersubsidi, hingga penguatan rantai distribusi lokal.

Aep menegaskan bahwa seluruh instansi terkait harus bersinergi sesuai arahan High Level Meeting (HLM) Provinsi Jawa Barat dan evaluasi Rakornas.

Intervensi kebijakan, katanya, tidak boleh bersifat simbolis, melainkan harus fokus pada komoditas penyumbang inflasi utama, seperti cabai merah, cabai rawit merah, daging ayam ras, beras, telur, minyak goreng, dan gula.

“Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga berjalan seiring dengan potensi wilayah. Tidak ada alasan untuk terlambat karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat menjelang hari raya,” ujar Aep.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan memadai. Pihaknya telah melakukan mitigasi stok untuk menghadapi lonjakan permintaan.

“Menjelang Ramadan, stok beras dan minyak goreng dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Indramayu. Tidak perlu panic buying karena cadangan pangan pemerintah tersedia hingga Idul Fitri,” jelas Sri.

Sebagai langkah nyata, pemerintah akan menyelenggarakan total 13 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), terdiri dari 10 kegiatan mandiri tingkat kabupaten dan 3 kegiatan dukungan dari provinsi. Jadwal perdana dijadwalkan serentak pada 12 Februari 2026 di titik-titik strategis.

Baca Juga:Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RSUD Indramayu Gelar Training Transformasi Budaya dan PerilakuDiskatan Kuningan: Lindungi Petani dari Tengkulak dan Pastikan Harga Sesuai HPP

Bulog menyiapkan stok beras SPHP yang distribusinya akan dikawal ketat oleh personel Kodim dan Polres untuk mencegah praktik spekulasi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga diminta fokus pada pemetaan pusat produksi cabai.

Tujuannya agar hasil panen lokal terlebih dahulu memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Indramayu sebelum dikirim ke luar daerah.

Berdasarkan pantauan BPS, harga di empat pasar utama: Jatibarang, Karangampel, Indramayu, dan Patrol, masih stabil. Namun, fluktuasi harga cabai di wilayah Patrol terus dimonitor secara intensif.

0 Komentar