Dengan konsep tersebut, kawasan relokasi tidak hanya menjadi tempat jual beli bunga dan tanaman hias, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi bagi masyarakat.
Terkait pembangunan fasilitas, Iing mengakui Pemkot belum dapat memberikan dukungan anggaran secara langsung karena keterbatasan dana. Namun hal itu telah dikomunikasikan kepada para pedagang.
“Untuk pembangunan, kami memang belum bisa mendukung dari sisi anggaran. Alhamdulillah, komunitas pedagang bunga bersedia memodali secara mandiri. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (cep)
