Diskanla Indramayu Terus Genjot Peningkatan Produksi Perikanan 2026

Diskanla Kabupaten Indramayu
YAKIN NAIK: Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu Edi Umaedi SP memaparkan capaian target dan realisasi produksi tahun 2025. Pihaknya optimistis seluruh target tahun 2026 dapat tercapai. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Keberhasilan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu dalam memenuhi, bahkan melampaui target produksi perikanan pada tahun 2025, menjadi pijakan untuk meningkatkan capaian produksi pada tahun 2026. Pada tahun 2026, Diskanla Kabupaten Indramayu menargetkan produksi perikanan tangkap sebesar 181.435,27 ton, meningkat dibanding target tahun 2025 yang sebesar 179.550 ton.

“Alhamdulillah, seluruh target produksi tahun 2025 tercapai, bahkan melebihi dari yang ditargetkan, baik produksi perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan, garam, maupun pembenihan,” ujar Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, kemarin.

Ia memaparkan capaian target dan realisasi produksi Diskanla Kabupaten Indramayu tahun 2025. Produksi perikanan tangkap ditargetkan 179.550 ton, dengan realisasi mencapai 180.620,31 ton. Produksi perikanan budidaya ditargetkan 348.222,55 ton, dengan realisasi 348.253,22 ton.

Baca Juga:Kunjungi Kuningan, Wamendagri Akhmad Wiyagus Sambangi SPPG KasturiGelar Town Hall Meeting, Kilang Pertamina Balongan Paparkan Kinerja Positif 2025

Sementara produksi pengolahan hasil perikanan ditargetkan 57.930,04 ton, dan terealisasi 58.688,92 ton. Untuk produksi garam, target 39.346,75 ton berhasil direalisasikan sebesar 39.613,61 ton.

Sementara itu, target Indikator Kinerja Utama (IKU) Diskanla Kabupaten Indramayu tahun 2026 meliputi produksi perikanan tangkap 181.435,27 ton, produksi perikanan budidaya 353.863,76 ton, produksi pengolahan hasil perikanan 58.225,48 ton, produksi garam rakyat 40.133,68 ton, serta pembenihan sebanyak 4.868.061.000 ekor.

“Untuk mewujudkan seluruh target tersebut, tentu diperlukan langkah strategis serta sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku usaha perikanan dan kelautan sebagai pahlawan ketahanan pangan,” kata Edi.

Ia menambahkan, kontribusi para pelaku usaha perikanan dan kelautan yang didukung kegigihan, keuletan, kesabaran, dan inovasi telah memberikan sumbangsih nyata dalam meningkatkan produksi perikanan dan garam. Hal tersebut menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah penyumbang hasil perikanan terbesar di Jawa Barat.

Edi juga menjelaskan, sektor perikanan di Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar, didukung oleh 6.106 unit kapal perikanan dengan jumlah nelayan mencapai 41.654 orang. Untuk perikanan budidaya, terdapat 31.665 pembudidaya, dengan luas lahan budidaya air payau 22.514,07 hektare dan budidaya air tawar seluas 560 hektare. Sementara sektor garam didukung lahan tambak seluas 2.716,96 hektare dengan jumlah petambak 14.258 orang.

“Dengan potensi tersebut, serta didukung strategi dan program yang kami jalankan, kami optimistis seluruh target dapat tercapai. Termasuk target nilai evaluasi SAKIP Perangkat Daerah tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 85,65,” pungkasnya. (oni)

0 Komentar