INDRAMAYU – Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Apresiasi tersebut adalah, kebijakan strategis pemerintah dalam menyediakan lahan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga-lembaga keislaman.
Kebijakan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Jenderal IKAL FISIP UIN Jakarta, Jiaul Haq, saat dihubungi Radar Indramayu, Senin (9/2/2026). Menurutnya, langkah Presiden Prabowo mencerminkan perhatian dan komitmen negara dalam memperkuat peran lembaga keagamaan, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kehidupan beragama, persatuan umat, serta stabilitas sosial nasional.
Baca Juga:Masa Kerja Kurang dari Delapan Tahun, PPPK Cirebon Belum Bisa Isi Jabatan KepsekToto Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur Desa ke Provinsi Jabar
“Penyediaan lahan strategis di pusat ibu kota merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran penting MUI dan lembaga keislaman dalam membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis, moderat, dan berkeadaban,” ujarnya.
Jiaul Haq yang merupakan putra daerah Indramayu menjelaskan, lahan yang disiapkan pemerintah memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi dan berada di kawasan jantung ibu kota. Di atas lahan tersebut direncanakan akan dibangun gedung setinggi sekitar 40 lantai yang akan difungsikan sebagai pusat aktivitas, koordinasi, serta penguatan kelembagaan MUI secara nasional.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjadikan kawasan pusat kota tidak hanya sebagai pusat bisnis dan komersial, tetapi juga sebagai ruang representatif bagi institusi sosial dan keumatan. Kehadiran lembaga keagamaan di kawasan strategis tersebut diharapkan menjadi simbol kontribusi nyata umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Keberadaan gedung MUI di pusat kota mencerminkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual,” terang Jiaul.
Jiaul yang juga menjabat sebagai Ketua DPP KNPI Bidang Haji dan Umrah menilai, rencana pembangunan gedung MUI tersebut sejalan dengan upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam pelaksanaan kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan keumatan, serta program pemberdayaan masyarakat.
