KUNINGAN–Menjelang Bulan Suci Ramadan 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan paling terasa terjadi pada komoditas cabai dan daging ayam, dua bahan pangan utama yang permintaannya meningkat jelang puasa.
Pantauan di Pasar Kepuh Kuningan, Senin (9/2/2026), harga daging ayam potong kini menembus Rp40.000 per kilogram, naik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp36.000–Rp38.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga berdampak pada pedagang kecil yang harus menambah modal akibat naiknya harga dari distributor.
Baca Juga:Masa Kerja Kurang dari Delapan Tahun, PPPK Cirebon Belum Bisa Isi Jabatan KepsekToto Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur Desa ke Provinsi Jabar
Salah seorang pedagang daging ayam eceran, Aam, mengatakan kenaikan harga terjadi karena mahalnya harga beli dari bandar pemotongan ayam.
“Sekarang harga jual Rp40 ribu per kilo. Minggu lalu masih Rp36 ribu. Karena harga belanja naik, mau tidak mau harga ke pembeli ikut naik,” ujar Aam.
Ia menuturkan, kondisi ini justru membuat keuntungan pedagang menurun karena daya beli masyarakat cenderung melemah ketika harga naik.
“Kalau boleh memilih, lebih baik harga stabil. Saat naik begini, pembeli berkurang, sementara modal yang dikeluarkan lebih besar,” katanya.
Aam mengaku memperoleh pasokan daging ayam dari distributor di Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang. Setiap hari ia berangkat sejak dini hari ke tempat pemotongan ayam dan mulai berjualan pagi hari di pasar.
Namun, akibat kenaikan harga, ia terpaksa mengurangi jumlah stok harian untuk menekan risiko kerugian.
“Sekarang stok saya kurangi, karena harga dari bandar sudah naik cukup tinggi,” ujarnya.
Baca Juga:Vietnam Mulai Bangun Stadion Terbesar di Dunia, Siap Lampaui Rekor Korea UtaraLongsor Timpa Rumah Warga di Desa Cipakem, BPBD Kuningan Turunkan Tim Assessment
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Kuningan mencatat kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, dengan cabai dan daging ayam sebagai komoditas yang paling menonjol.
Petugas pemantau harga Disperindagkop Kuningan, Arisman, menyampaikan bahwa tren kenaikan harga mulai terlihat seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
“Harga kebutuhan pokok menjelang puasa cenderung naik, terutama cabai dan daging ayam,” kata Arisman saat menyampaikan laporan pemantauan harga di Pasar Kepuh Kuningan.
