RADARCIREBON.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon memperketat pengawasan pangan.
Pengawasan dilakukan dengan turun langsung ke pasar tradisional, pasar modern, hingga dapur produksi kelompok tani.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel bahan pangan untuk diuji dan memastikan keamanannya sebelum dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.
Baca Juga:Indocement Tanam Pohon Peringati Gerakan Sejuta Pohon 2026Indocement Tanam Pohon Peringati Gerakan Sejuta Pohon 2026
Pengawasan menyasar bahan pokok yang paling banyak dikonsumsi, seperti beras, sayuran, telur, daging ayam, serta sumber protein lainnya.
Komoditas tersebut dinilai rentan mengalami penurunan kualitas dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengatakan pengawasan keamanan pangan dilakukan secara terpadu dengan pemantauan stok dan harga.
“Pengawasan dilakukan secara rutin setiap bulan. Namun, menjelang Ramadan, intensitasnya kami tingkatkan,” ujar Elmi, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, pengawasan di pasar tradisional dilakukan secara bergilir karena keterbatasan jumlah petugas. Sementara pasar modern dan sentra produksi tetap menjadi prioritas pengawasan.
Selain itu, DKPPP juga melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dua lokasi yang telah diperiksa, yakni SPPG Karangjalak dan Kejaksan. Pemeriksaan tidak hanya mencakup bahan pangan, tetapi juga sistem penyimpanan.
Baca Juga:Inter Milan Pesta Gol 5-0 atas Sassuolo, Jay Idzes Tak Mampu Menahan Gempuran di MapeiGAWAT! Rekrutan Baru Liverpool Bernama Jeremy Jacquet Alami Cedera Bahu Parah
“Penyimpanan yang tidak sesuai standar, seperti suhu dan kebersihan yang kurang terjaga, dapat menurunkan kualitas pangan dan membahayakan kesehatan,” jelasnya.
Ke depan, DKPPP berencana memberikan dukungan berupa alat rapid test pangan kepada SPPG. DKPPP juga akan berperan sebagai pendamping dan narasumber agar petugas SPPG mampu melakukan pengujian secara mandiri.
Selain pengawasan, DKPPP menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan kembali digelar menjelang Ramadan.
Program tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mengakses pangan yang aman, layak, dan terjangkau,” kata Elmi.
Ia mengakui keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pengawasan secara menyeluruh.
Namun, upaya bertahap terus dilakukan agar pengawasan dapat menjangkau lebih banyak titik.
Elmi juga mengimbau pengelola dapur dan penyedia makanan agar lebih selektif dalam memilih bahan baku.
