Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah di Kabupaten Indramayu

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu
BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr Wawan Ridwan memberikan keterangan terkait kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi potensi virus Nipah, kemarin (10/2). Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu terus memperkuat kewaspadaan dini terhadap berbagai penyakit menular yang berpotensi muncul. Termasuk virus Nipah yang belakangan ini ramai diperbincangkan.

Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu, dr Wawan Ridwan menyampaikan bahwa, pada prinsipnya virus penyebab penyakit selalu ada di sekitar masyarakat.

Ia mencontohkan, seperti halnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap dianggap sebagai penyakit musiman, padahal virusnya tetap ada sepanjang waktu.

Baca Juga:IKAL FISIP UIN Jakarta Nilai Penyediaan Lahan Gedung MUI sebagai Dukungan Negara bagi Umat IslamBupati Lucky Ingatkan PMI Waspada Investasi Bodong, Sarankan Cek ke OJK

“Yang membedakan adalah kondisi yang memicu munculnya penyakit. Seperti cuaca, daya tahan tubuh manusia, serta faktor lingkungan dan perilaku,” ujar Wawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2).

Menurutnya, sejumlah virus menyerang sistem pernapasan, sehingga masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan meskipun pandemi Covid-19 telah berakhir.

Berakhirnya status pandemi, lanjut dia, tidak berarti virus Covid-19 sepenuhnya hilang.

“Pemerintah sudah menyatakan bahwa kita hidup berdampingan dengan Covid-19. Prinsip yang sama juga berlaku untuk virus Nipah. Virusnya tetap ada, tinggal bagaimana masyarakat menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas, dan tetap waspada,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kabupaten Indramayu secara rutin melakukan surveilans Influenza Like Illness (ILI).

Yakni pemantauan penyakit dengan gejala mirip influenza di seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Indramayu.

Melalui pemantauan ini, setiap indikasi penyakit menular dapat segera ditindaklanjuti.

“Jika ditemukan indikasi yang mengarah pada penyakit tertentu, termasuk Nipah, sampel pasien akan segera dikirim ke laboratorium provinsi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Wawan.

Baca Juga:Ajak Siswa Sekolah Rakyat Kenal Kantor Pemda, Bupati Kuningan Tanamkan Keberanian Bermimpi Sejak DiniPolres Kuningan dan Pokja Wartawan Santuni 65 Anak Yatim, HPN 2026 Dimaknai dengan Aksi Sosial Nyata

Hingga saat ini, Dinkes memastikan belum ditemukan kasus virus Nipah di Kabupaten Indramayu.

Bahkan, Indramayu pernah diajukan sebagai daerah sentinel event atau insiden tak terduga untuk pemantauan penyakit berpotensi wabah.

Dengan status tersebut, setiap temuan gejala yang mencurigakan langsung diambil sampelnya dan dikirim ke laboratorium.

Wawan mengungkapkan, pada tahun lalu, pihaknya sempat mengirim empat sampel pasien yang diduga terinfeksi Japanese Encephalitis (JE).

Meski secara klinis mengarah ke JE, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil negatif.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, alhamdulillah hasilnya negatif. Dari pengalaman itu, kami semakin antisipatif.

0 Komentar