INDRAMAYU – Menyambut rencana pengembangan kawasan industri, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sukra bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu bergerak cepat melakukan persiapan peningkatan kompetensi masyarakat di delapan desa. Langkah ini menjadi strategi awal untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing, terserap di dunia kerja, serta membuka peluang usaha mandiri.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto saat dikonfirmasi Selasa (10/2/2026), menegaskan bahwa keberadaan kawasan industri harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, kesiapan SDM menjadi prioritas utama yang mulai dipersiapkan sejak dini.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi masyarakat yang dilaksanakan bersama pemerintah desa. Antara lain, dengan pendataan potensi warga serta pemetaan minat pelatihan dan kewirausahaan.
Baca Juga:IKAL FISIP UIN Jakarta Nilai Penyediaan Lahan Gedung MUI sebagai Dukungan Negara bagi Umat IslamBupati Lucky Ingatkan PMI Waspada Investasi Bodong, Sarankan Cek ke OJK
Data tersebut, lanjut Sigit, akan menjadi dasar penyusunan program pelatihan vokasi, sertifikasi, hingga pendampingan kewirausahaan. Dengan demikian, masyarakat Sukra diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam geliat ekonomi kawasan industri.
“Kami ingin warga Sukra menjadi tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai. Jangan sampai kawasan industri berdiri, tetapi masyarakat lokal justru tidak terserap. Melalui pemetaan ini, kami dapat mengetahui kebutuhan pelatihan apa saja yang harus disiapkan, baik untuk bekerja di sektor industri maupun untuk berwirausaha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kabupaten Indramayu, Sukirman menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui program-program konkret berupa pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat dan industri.
“Kami menyiapkan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Seperti teknisi AC, operator industri, digital marketing, hingga keterampilan usaha kecil. Harapannya, warga Sukra memiliki kompetensi sesuai standar dunia kerja dan mampu menciptakan peluang usaha baru,” terangnya. (oni)
