CIREBON-Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Rabu (11/2), seluruh camat dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dikumpulkan di Aula Setda Kabupaten Cirebon untuk membahas implementasi kebijakan kebersihan secara menyeluruh.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg menegaskan, kebersihan kantor pemerintahan tidak boleh dilakukan secara insidental.
Menurutnya, kebersihan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan setiap hari.
Baca Juga:1.000 Nelayan di Kabupaten Indramayu Terlindungi BPJS KetenagakerjaanPengurus HIPMI IPB Cirebon Resmi Dilantik, Dorong Mahasiswa Ciptakan Lapangan Kerja
“Tidak bisa hanya sekali dua kali. Setiap hari seluruh ruang kerja harus bersih, rapi, dan tertib,” tegas Bupati Imron kepada wartawan seusai rapat.
Ia menekankan, kebersihan bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bagian dari komitmen pelayanan publik.
Lingkungan kerja yang bersih dan tertata dinilai mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan pemerintah.
Sebagai bentuk konkret, Pemkab Cirebon menjadwalkan kegiatan korve bersama setiap Jumat pagi.
Seluruh camat, kepala SKPD, staf, hingga petugas kebersihan diwajibkan terlibat langsung membersihkan lingkungan kantor maupun area publik di sekitarnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo Subinato.
Gerakan ini mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan.
Baca Juga:Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah di Kabupaten IndramayuIKAL FISIP UIN Jakarta Nilai Penyediaan Lahan Gedung MUI sebagai Dukungan Negara bagi Umat Islam
Meski demikian, Bupati Imron mengakui, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Ia menyebut anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon saat ini terbatas akibat kebijakan efisiensi belanja daerah.
“Faktanya alokasi anggaran kami minim. Namun kami tidak akan menyerah. Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kegiatan kebersihan dan pengelolaan sampah,” jelasnya.
Ia berharap keterlibatan dunia usaha melalui CSR dapat membantu memperkuat program kebersihan sekaligus meringankan beban keuangan daerah.
Bupati Imron juga menegaskan bahwa urusan kebersihan bukan semata tanggung jawab DLH. Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama agar kebersihan menjadi budaya, bukan sekadar slogan.
Langkah Pemkab Cirebon ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan bahwa lingkungan bersih dan tertib merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (den)
