RADARCIREBON.ID– Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif setelah satu tahun kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman saat berada di Balai Kota Cirebon, Rabu (11/2/2026). Ia mengatakan, Pemprov Jabar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Jawa Barat Istimewa.
Menurut Herman, selama satu tahun terakhir, berbagai indikator sosial dan ekonomi menunjukkan perbaikan. Angka kemiskinan turun dari 7,02 persen menjadi 6,78 persen, sementara tingkat pengangguran menurun dari 6,77 persen menjadi 6,66 persen. Indeks Gini juga membaik dari 0,41 menjadi 0,39.
Baca Juga:Meriah, SMPN 7 Cirebon Gelar Unjuk Karya SiswaMA Tegas Tak Ada Bantuan Hukum bagi Hakim PN Depok yang Terjerat OTT KPK
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat meningkat dari 5,2 persen menjadi 5,85 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,85 persen. Ini capaian yang patut disyukuri,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, capaian tersebut ditopang empat faktor utama, yakni belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, serta ekspor dan impor.
Belanja pemerintah dinilai optimal melalui pemanfaatan APBD sebesar sekitar Rp32 triliun. Hingga akhir tahun, sisa kas di Rekening Kas Umum Daerah tercatat minim, menandakan anggaran terserap dengan baik.
Selain itu, Pemprov Jabar juga mendorong optimalisasi belanja APBD di 27 kabupaten/kota dengan total mencapai Rp115 triliun.
Dari sisi konsumsi, Herman menyebut inflasi yang terkendali turut menjaga daya beli masyarakat. Hingga kuartal IV 2025, inflasi tercatat 2,63 persen, masih dalam rentang ideal.
Realisasi investasi Jawa Barat selama setahun terakhir mencapai Rp296,8 triliun, tertinggi secara nasional, dan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga:BSI Ubah Peta Perbankan IndonesiaPajak Lunas, Tidur Pulas, Pemkot Cirebon Luncurkan PBB-P2 Tahun 2026
Sementara itu, sektor perdagangan luar negeri mencatat surplus sebesar 24 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor 34 miliar dolar AS dan impor 10 miliar dolar AS.
“Kumulasi dari seluruh sektor tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tetap positif,” tandasnya. (cep)
