Suasana Kantor Bank Cirebon Mulai Lengang, Nasabah Tak Lagi Panik Tinggal Tunggu Proses LPS 

Suasana Kantor Bank Cirebon Mulai Lengang
LEBIH LENGANG: Suasana di depan Perumda BPR Bank Cirebon, Rabu siang (11/2/2026), lengang dibanding sehari sebelumnya. Saat ini para nasabah sudah lebih tenang setelah Walikota, OJK, dan LPS memastikan dana simpanan aman dan akan dikembalikan. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Tanti memahami kemungkinan pencairan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah nasabah yang cukup banyak. Baginya, yang terpenting adalah adanya jaminan resmi dan kejelasan prosedur. “Saya sendiri tidak panik, karena ini BPR resmi di bawah pemerintah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kemarin siang.

Ia mengakui sebelumnya sudah mengikuti pemberitaan mengenai audit maupun dugaan penyelewengan yang sempat mencuat. Namun hal tersebut tidak mengubah keyakinannya bahwa simpanan nasabah tetap berada dalam pengawasan sistem perbankan yang diatur negara.

Sikap serupa terlihat dari Ajen, warga Perumnas, yang mengetahui kabar penutupan dari media sosial. Informasi yang viral sempat membuatnya terkejut. Namun ia memilih datang langsung ke kantor bank untuk mendapatkan penjelasan resmi.

Baca Juga:Tabungan Anak Sekolah di Perumda BPR Bank Cirebon, Disdik Koordinasi dengan Sekolah dan LPSKasi Intel: Penanganan Kasus di Perumda BPR Bank Cirebon di Kejaksaan Tetap Berjalan

Setelah memahami mekanisme penjaminan dan tahapan yang harus dilalui, ia merasa lebih tenang. Ia menilai menunggu beberapa hari bukan persoalan selama dana dipastikan kembali. “Tidak apa-apa menunggu daripada tidak cair,” ucapnya.

Heri, nasabah asal Perumnas Gunung, juga menunjukkan respons yang relatif rasional. Saat pertama kali mendengar kabar penutupan, ia memilih mencari informasi dari media yang dianggap kredibel sebelum datang ke lokasi. Setelah memastikan penutupan resmi dilakukan OJK dan simpanan dijamin LPS, ia baru mendatangi kantor bank.

Heri telah menabung sejak 2017 dan berencana mencairkan dana pada Maret mendatang untuk biaya kuliah cucunya. Kedekatan waktu pencairan sempat membuatnya terkejut. Namun ia memahami bahwa penjaminan oleh LPS memberikan kepastian hukum atas simpanannya.

Ia juga menangkap informasi bahwa pencairan kemungkinan dilakukan secara bertahap, bahkan ada prioritas tertentu seperti Tabungan Anak Sekolah. Meski dirinya juga membutuhkan dana dalam waktu dekat, ia menyatakan dapat menerima mekanisme tersebut selama proses berjalan jelas dan transparan.

Secara umum, hari kedua pascapenutupan memperlihatkan perubahan sikap nasabah. Jika pada hari pertama sebagian datang dengan emosi dan ketidakpastian, kini pendekatan yang diambil lebih tenang dan terukur. Fokus pembicaraan bukan lagi pada alasan penutupan, melainkan pada detail teknis pencairan dan estimasi waktu.

Keberadaan petugas keamanan dan perwakilan LPS di lokasi terbukti membantu meredakan keresahan. Penjelasan yang konsisten dan tidak berubah-ubah membuat nasabah memiliki pegangan informasi yang sama.

0 Komentar