RADARCIREBON.ID — Koperasi Sehat Sejahtera (KSS) Kota Cirebon menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Swiss-Belhotel Cirebon, Kamis (12/2/2026).
Agenda tahunan ini menjadi forum evaluasi kinerja pengurus, pengawas, serta partisipasi anggota.
Kegiatan berlangsung dalam suasana formal namun hangat. Pembukaan acara diwarnai penampilan tari topeng khas Cirebon yang menegaskan identitas budaya lokal dalam kegiatan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga:Vihara Tertua di Cirebon hingga Kuliner Khas, Ini Tantangan Kota Tua Jamblang Pesawat Smart Air Ditembak Usai Mendarat di Koroway Batu, Dua Pilot Tewas
RAT tahun ini mengusung tema “Sinergi Anggota Membangun Koperasi Tertata, Aspiratif, dan Berkelanjutan”.
Tema tersebut mencerminkan fokus KSS pada penguatan tata kelola, peningkatan partisipasi anggota, serta keberlanjutan usaha.
Ketua Panitia RAT, Arifatulfahmi SKep MKM memaparkan capaian kinerja koperasi sepanjang 2025 yang dinilai mengalami peningkatan signifikan.
Hal tersebut tercermin dari kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU), pertumbuhan omzet, serta akumulasi aset yang kini mencapai sekitar Rp30 miliar.
Peningkatan SHU dinilai menjadi indikator penting karena manfaatnya langsung dirasakan anggota.
Pertumbuhan usaha terbesar berasal dari sektor belanja koperasi. Sistem voucher belanja bagi anggota dinilai efektif mendorong transaksi kebutuhan harian di unit usaha koperasi.
“Skema ini memperkuat sirkulasi ekonomi internal sekaligus meningkatkan loyalitas anggota,” ujar Arifatulfahmi.
Baca Juga:Prabowo Bertemu Lima Konglomerat di Hambalang, Dorong Industrialisasi Pro-Rakyat dan UMKMPemkot Cirebon Tambah Anggaran JKN Jadi Rp38 Miliar
Jumlah anggota KSS juga mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat sebanyak 735 orang, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 776 orang.
Kenaikan tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan anggota terhadap kinerja koperasi.
Ke depan, KSS menyiapkan inovasi digital melalui layanan belanja berbasis ponsel. Melalui program ini, anggota dapat memesan kebutuhan secara daring dan barang akan diantar langsung ke rumah.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2026 sebagai bagian dari modernisasi layanan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Fajar Farhani ST MSi menilai KSS sebagai contoh koperasi yang sehat dan berkembang.
Ia menyoroti jumlah anggota yang telah melampaui 700 orang sebagai indikator kepercayaan dan prospek usaha yang kuat.
Ia menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang menentukan arah kebijakan organisasi.
“Pemerintah akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar standar tata kelola tetap terjaga,” katanya.
