Untuk sementara, penerbangan rute Tanah Merah–Korowai Batu dihentikan hingga kondisi dinyatakan aman. Dari pendalaman awal, aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal sebagai Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah pimpinan Elkius Kobak. Aparat menyatakan pengejaran terhadap pelaku masih terus dilakukan, bersamaan dengan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap dan motif penembakan.
Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir menyebut Polda Papua dan personel Ops Damai Cartenz 2026 melakukan konsolidasi untuk merespons insiden tersebut, dengan mempertimbangkan tantangan medan dan akses. Ia juga menegaskan keselamatan korban selamat menjadi fokus, sembari memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah pemeriksaan lapangan selesai dilakukan.
Penyelidikan dan penegakan hukum kini berjalan secara terukur dan profesional. Aparat menegaskan kehadiran negara bukan hanya untuk menindak, tetapi juga melindungi serta memulihkan rasa aman masyarakat.
Baca Juga:Vihara Tertua di Cirebon hingga Kuliner Khas, Ini Tantangan Kota Tua Jamblang Pesawat Smart Air Ditembak Usai Mendarat di Koroway Batu, Dua Pilot Tewas
Di wilayah pedalaman dengan akses terbatas, langkah cepat hari ini menjadi penanda kuat bahwa keselamatan warga Papua tetap menjadi perhatian utama.
Aparat gabungan memastikan Korowai kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat pulih.
Sebelumnya, Polri tengah melakukan konsolidasi dan percepatan penanganan menuju lokasi insiden pesawat Smart Air yang diserang di wilayah Papua. (dsw)
