Banjir Kuningan, Ratusan Rumah di Cibingbin dan Ciwaru Terendam, Sejumlah Bangunan Rusak

Sungai Cikaro
BANJIR: Ratusan rumah warga di Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin dan Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru terendam banjir akibat air Sungai Cikaro dan Sungai Cijurai meluap, kemarin. Foto: BPBD Kuningan for radar CirebonĀ 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Kuningan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah kecamatan. Ratusan rumah warga di Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin dan Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru terendam, bahkan beberapa di antaranya mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan, banjir di Desa Cisaat terjadi akibat meluapnya Sungai Cikaro setelah diguyur hujan deras. Luapan air masuk ke permukiman warga di dua dusun dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter hingga 1 meter.

“Sekitar 50 rumah warga di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Cisaat terdampak dan terendam air. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Indra, Kamis (12/2).

Baca Juga:Kasan Basari Tepis Isu Reshuffle Pengurus DPC Gerindra IndramayuDiikuti 63 Pemilih, Mohammad Taufik Terpilih Jadi Kuwu PAW Jengkok

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke area permukiman. Meski sempat merendam puluhan rumah, air kini telah surut dan warga bersama aparat desa tengah membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, banjir juga menerjang Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru akibat meluapnya Sungai Cijurai. Dampaknya lebih luas, dengan total 110 rumah di empat dusun terendam air setinggi 30 sentimeter hingga 1 meter.

Rinciannya, di Dusun Kliwon sebanyak 35 rumah terdampak dan dua unit rumah mengalami rusak ringan masing-masing milik Wasma (55) dan Cermin (53). Di Dusun Pahing, 35 rumah terendam dan satu rumah milik Dastim (60) mengalami kerusakan sedang, sehingga dua kepala keluarga dengan total lima jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang masih berada di desa yang sama.

Kemudian di Dusun Puhun terdapat 25 rumah terendam, serta 15 rumah di Dusun Wage juga terdampak banjir.

“Total terdapat satu rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan di Desa Andamui. Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat ini satu keluarga masih mengungsi di rumah saudaranya,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan darurat, aparat desa langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan. Tim assessment BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan kaji cepat.

Selain itu, masyarakat bersama aparat desa bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir. Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan, serta segera melaporkan jika terjadi potensi bencana susulan.

0 Komentar