DPPKBP3A Kuningan Luncurkan One Day One Service, Layanan KB Tuntas dalam Sehari

DPPKBP3A Kabupaten Kuningan
INOVASI: DPPKBP3A Kabupaten Kuningan menghadirkan inovasi pelayanan KB bertajuk One Day One Service pada tahun 2026, pemasangan alat kontrasepsi tuntas sehari. Foto: Agus panther/radar CirebonĀ 
0 Komentar

KUNINGAN–Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan menghadirkan inovasi pelayanan KB bertajuk One Day One Service pada tahun 2026.

Program ini dirancang untuk mempercepat sekaligus mempermudah akses layanan bagi masyarakat.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan Drs H Deniawan MSi mengatakan, inovasi tersebut memungkinkan calon akseptor langsung mendapatkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi pada hari yang sama setelah menerima Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Baca Juga:Kasan Basari Tepis Isu Reshuffle Pengurus DPC Gerindra IndramayuDiikuti 63 Pemilih, Mohammad Taufik Terpilih Jadi Kuwu PAW Jengkok

“Dalam satu hari setelah diberikan KIE kepada calon akseptor, langsung dilakukan pemasangan alat kontrasepsi. Jadi tidak perlu menunggu lama dan alur birokrasi bisa dipangkas,” ujar Deniawan, Kamis (12/2).

Menurutnya, langkah ini menjadi strategi konkret untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB sekaligus menjaga angka kelahiran tetap terkendali sesuai target daerah.

Deniawan menjelaskan, tantangan terbesar adalah memastikan pelayanan menjangkau seluruh wilayah. Kabupaten Kuningan memiliki 376 desa dan kelurahan yang harus terlayani secara merata.

Untuk itu, DPPKBP3A Kuningan mengoptimalkan peran UPTD di kecamatan serta tenaga lapangan.

Saat ini terdapat 135 penyuluh KB, baik ASN PNS maupun P3K, yang dibagi ke seluruh desa binaan.

Setiap petugas membina rata-rata dua hingga tiga desa agar seluruh wilayah tercover layanan.

Selain itu, DPPKBP3A juga menggencarkan edukasi pendewasaan usia perkawinan melalui program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah.

Baca Juga:Penertiban Kabel Optik Dimulai, Kuningan Siapkan Ducting Bawah TanahTinggalkan Cara Manual, Petani Cirebon Olah Lahan Pakai Traktor Roda Empat

Sosialisasi ini menekankan pentingnya usia ideal menikah, yakni minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Melalui inovasi pelayanan cepat, penguatan tenaga lapangan hingga tingkat desa, serta kolaborasi dengan generasi muda, DPPKBP3A Kuningan menegaskan komitmennya membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kependudukan dan keluarga berencana. (ags)

0 Komentar