Jamparing Survei Setahun Kepemimpinan Dian-Tuti, Libatkan 1.200 Responden dan 200 Enumerator

Jamparing Research
SURVEI BUPATI:  Jamparing Research akan melakukan survei evaluasi kinerja Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani setelah satu tahun menjabat. Foto: Agus panther/radar Cirebon
0 Komentar

KUNINGAN–Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Jamparing Research mulai melakukan survei evaluasi kinerja.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Jamparing Bareng Jurnalis di RM Cibentang, Kuningan, Rabu (11/2).

Peneliti Jamparing Research, Topic Offirstson mengungkapkan, bahwa survei ini dilakukan untuk memotret secara objektif capaian kinerja pemerintahan Dian–Tuti selama setahun terakhir. Kajian tersebut, kata dia, juga dilatarbelakangi oleh beragam informasi yang beredar di media sosial maupun media massa.

Baca Juga:1.000 Nelayan di Kabupaten Indramayu Terlindungi BPJS KetenagakerjaanPengurus HIPMI IPB Cirebon Resmi Dilantik, Dorong Mahasiswa Ciptakan Lapangan Kerja

“Kita mulai survei satu tahun kinerja Dian–Tuti. Kami melihat apa yang beredar di media sosial dan informasi yang disampaikan media massa. Kadang yang muncul di medsos itu beritanya apa, tapi komentarnya bisa berbeda jauh,” ujarnya.

Topic menyoroti fenomena akun anonim atau akun bodong, yang kerap melontarkan kritik dengan nada menyerang. Selain itu, ia juga menyinggung praktik judul clickbait yang dinilai dapat memancing persepsi publik, terutama ketika warganet hanya membaca judul tanpa mencermati isi berita secara utuh.

“Netizen kadang hanya baca judul, padahal kalau dibaca keseluruhan, isinya bisa berbeda. Ini yang menjadi tantangan dalam membaca opini publik,” katanya.

Dalam pelaksanaan survei, Jamparing mengaku menggunakan metode riset yang turut mempertimbangkan perspektif media dan jurnalis. Menurut Topic, insan pers merupakan pihak yang memahami persoalan secara lebih mendalam di lapangan.

“Kita mau riset sesuatu yang tahu persis permasalahan itu sebetulnya media. Tapi tentu ada kekhawatiran soal subjektivitas, sehingga tetap kami kombinasikan dengan metode survei lapangan yang terukur,” jelasnya.

Untuk menjaga independensi, survei ini dilakukan dengan pembiayaan mandiri. Jamparing menurunkan sekitar 200 tenaga survei yang akan disebar ke sejumlah desa di Kabupaten Kuningan. Sebanyak 1.200 responden menjadi target dalam pengumpulan data.

“Kami usahakan modal sendiri, turun langsung ke lapangan. Pasukan survei ada 200 orang dan nanti bisa disebar ke setiap desa,” ungkapnya.

Baca Juga:Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah di Kabupaten IndramayuIKAL FISIP UIN Jakarta Nilai Penyediaan Lahan Gedung MUI sebagai Dukungan Negara bagi Umat Islam

Topic menambahkan, survei ini tidak hanya mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kepala daerah, tetapi juga mengevaluasi kinerja seluruh SKPD serta 10 program unggulan bupati. Hasil olahan data nantinya akan disajikan secara komprehensif, bahkan untuk satu grafik saja bisa memuat puluhan slide pemaparan.

0 Komentar