RADARCIREBON.ID -Berbagai persoalan pembangunan masih dirasakan masyarakat mengemuka dalam kegiatan reses kedua tahun sidang 2026–2027 Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudiana SE MAP, di Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang, Kamis (12/2).
Reses di dapil II itu menjadi ruang dialog terbuka menyerap aspirasi warga.
Sejumlah isu strategis mencuat, mulai dari kondisi infrastruktur lingkungan, sektor pertanian, penerangan jalan umum (PJU), kepesertaan BPJS Kesehatan PBI yang tiba-tiba nonaktif, hingga persoalan tata kelola lingkungan.
Baca Juga:Vihara Tertua di Cirebon hingga Kuliner Khas, Ini Tantangan Kota Tua Jamblang Pesawat Smart Air Ditembak Usai Mendarat di Koroway Batu, Dua Pilot Tewas
Hadir dalam kegiatan tersebut perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga yang memanfaatkan momen reses untuk menyampaikan kondisi riil yang mereka hadapi sehari-hari.
Warga menyoroti sejumlah jalan lingkungan yang dinilai sudah perlu perbaikan, serta minimnya penerangan jalan di beberapa titik yang rawan dan mengganggu aktivitas malam hari.
Selain itu, persoalan drainase dan saluran irigasi juga menjadi perhatian, lantaran belum tertata optimal dan kerap menimbulkan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
Di bidang pertanian, masyarakat berharap, adanya perhatian lebih terhadap perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, serta dukungan yang dapat menjaga stabilitas hasil panen.
Sementara itu, persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI turut disampaikan, khususnya terkait pencoretan data penerima manfaat yang dinilai perlu ditinjau ulang agar tepat sasaran.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rudiana menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan menjadi bahan penting dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah.
“Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Setiap masukan akan kami tindak lanjuti melalui mekanisme pembahasan bersama pemerintah daerah,” ujar Rudiana kepada Radar Cirebon.
Baca Juga:Prabowo Bertemu Lima Konglomerat di Hambalang, Dorong Industrialisasi Pro-Rakyat dan UMKMPemkot Cirebon Tambah Anggaran JKN Jadi Rp38 Miliar
Ia menilai pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh dan berimbang, tidak hanya berfokus pada satu sektor.
“Infrastruktur, pertanian, kesehatan, dan lingkungan merupakan bagian yang saling berkaitan. Perencanaan pembangunan perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan,” katanya.
Terkait persoalan irigasi dan genangan air saat hujan deras, Rudiana menyebut, penataan sistem drainase perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap permukiman maupun lahan pertanian.
