RADARCIREBON.ID – Berbagai hal yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto diungkap oleh orang dekatnya. Dari soal kemiskinan, Bank Himbara, Swasembada Pangan, Energi hingga pertemuannya dengan para konglomerat.
Yang mengungkapkan rahasia dapur Prabowo itu adalah orang dekatnya. Dia adalah Naniek Sudaryati Deyang. Sekarang ini dia selain menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) juga menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina.
Menurut bocoran dari wanita yang akrab disapa Deyang ini, paling utama yang menjadi konsentrasi Prabowo adalah soal kemiskinan. Walaupun kemiskinan akut di negeri ini sudah ada jauh sebelum Presiden Prabowo menjabat sebagai presiden.
Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat
Justru Prabowo harus babak belur mengatasi persoalan kemiskinan. “Pak Prabowo harus jadi tukang ‘cuci mangkok’ dari peninggalan pemerintahan sebelumnya yang membuat rakyat miskin di mana-mana,” tulis Deyang di media sosial Facebook.
Komisaris PT Pertamina ini sangat gemas jika di media sosial (medsos) yang selalu menyalahkan Prabowo soal kemiskinan yang merajalela. Karenanya Deyang pun membongkar penyebab kemiskinan yang terjadi di mana-mana.
Kata Deyang, salah satunya karena mayoritas kekayaan Indonesia itu hanya dikuasai 60 keluarga. Gilanya lagi, bank Himbara yang merupakan kumpulan bank pemerintah, justru menyalurkan kredit besar -besaran hanya kepada 60 keluarga. Mereka adalah para konglomerat papan atas.
Deyang memberikan contoh, tahun 2024, berdasarkan data Bank Indonesia, dari total kredit perbankan di Indonesia sebesar Rp 7.541 triliun, Rp 5.577 triliundisalukan oleh Bank Himbara.
Siapa yang menikmati kredit hampir 2 kali APBN Indonesia itu? Ternyata, ungkap Deyang hanya 60 keluarga di Indonesia. Dan praktik penyaluran kredit seperti ini sudah terjadi puluhan tahun.
“Gila kebijakan perbankan selama ini, makanya yang miskin terus miskin, dan yang kaya ya hanya 60 keluarga itu saja dari 280 juta rakyat Indonesia,” tandasnya.
Jahatnya lagi, tandas Deyang, kredit yang diterima bank milik pemerintah itu untuk membiayai bisnis-bisnis mereka yang sebagian tidak benar. Uang pinjaman itu kemudian di-money loundering di bank -bank swasta milik mereka.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai orang dekat Prabowo, sebut Deyang, sempat menyinggung saatnya “membersihkan” direksi atau pimpinan bank Himbara.
