Bahkan, kata wartawan senior ini, Prabowo terpaksa menempatkan ponakannya Thomas Djiwandono di Bank Indonesia. Walaupun penempatan pria yang akrab disapa Thomy itu dibully dan dicurigai.
Padahal, penempatan Thomas Djiwandono di Bank Indonesia itu, lanjut Deyang, karena Prabowo mencium adanya praktik penyaluran kredit di perbankan milik pemerintah yang tidak benar selama ini.
“Thomy diharapkan punya kesetiaan kepada negara sehingga ikut menjalankan BI agar benar-benar menjadi pengatur dan pengawas pada perbankan di Indonesia. Sehingga, kredit tidak terus menerus diberikan pada korporasi besar,” ujar Deyang.
Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat
Tak hanya itu, lanjut wakil kepala BGN itu, karena sudah keterlaluannya bank-bank BUMN menyalurkan mayoritas kreditnya hanya pada korporasi besar, Prabowo pun membuat aturan ekstrem. Penyaluran kredit di atas Rp 200 miliar harus memberitahu presiden.
“Inilah cikal bakal kemiskinan di Indonesia. Kekayaan negara baik itu sumber daya alam dan duit di bank pemerintah hanya muter-muter pada orang-orang itu saja, yaitu lu lagi, lu lagi,” tegasnya.
Presiden, katanya, pernah memanggil mereka penerima kredit besar itu. Mereka pun dimarahi karena tidak kasihan pada rakyat Indonesia.
Padahal mereka sepatutnya ikut membangun Indonesia. Juga tidak menaruh uang hasil mengeruk alam dan dibiayai bank pemerintah itu dilarikan ke luar negeri.
Warning Prabowo ternyata belum begitu mempan. Karenanya beberapa hari lalu presiden memanggil pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Setelah itu di hari berikutnya 5 Naga yaitu para Taipan yang menjadi orang terkaya di Indoneeia, juga dipanggil ke Hambalang.
“Bahasa singkatnya, cukuplah kau menumpuk kekayaan, kasihani rakyat Indonesia, mari bangun Indonesia,” ungkap Deyang menirukan Prabowo.
Padahal, para taipan dan konglomerat yang sudah turun temurun itu tidak lahir di era Prabowo. Namun, Prabowo sekarang harus meluruskan mereka untuk tidak menguasai secara brutal perekonomian Indonesia. Juga mengajak mereka untuk membangun negeri ini.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Namun apa yang terjadi? “Prabowo yang mencintai rakyat dengan mulai memberikan keadilan makan agar anak-anak melalui program makan bergizi gratis terpenuni minimal 30-40 persen gizinya, dibully habis-habisan termasuk programnya,” ungkap dia.
