RADARCIREBON.ID- Hujan lebat masih mengguyur Cirebon. kemarin, sejumlah titik terdampak. Dari Kota Cirebon hingga wilayah timur Cirebon. BPBD pun meminta warga untuk terus waspada.
Di timur Cirebon, Sungai Cisanggarung meluap, Kamis pagi (12/2/2026). Luapan air merendam sejumlah desa di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Ratusan rumah warga terdampak. Akses jalan provinsi penghubung Kuningan-Losari pun ikut tergenang.
Di Kecamatan Pabedilan, sedikitnya lima desa terdampak banjir. Yakni Desa Babakan Losari Lor, Desa Sidaresmi, Desa Kalimukti, Desa Dukuhwidara, dan Desa Babakan Losari.
Baca Juga:Pandangan Berbeda soal Penutupan Bank Cirebon, Furqon: Harusnya Dipertahankan, Tinjau UlangLPS Kebut Rekonsiliasi dan Verifikasi Data Nasabah Bank Cirebon
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pabedilan, Wandono, mengatakan air mulai meluap sejak waktu subuh. Debit sungai meningkat drastis akibat intensitas hujan yang tinggi. “Air meluap dari Sungai Cisanggarung sekitar subuh. Ada ratusan rumah yang terendam, termasuk jalan provinsi yang menghubungkan Kuningan-Losari,” ujarnya.
Menurutnya, ketinggian air bervariasi di tiap desa. Warga di daerah yang lebih rendah terdampak cukup parah. Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.Tak hanya Pabedilan, banjir juga meluas ke tiga kecamatan lain.
Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, menyebut total ada empat kecamatan terdampak luapan Sungai Cisanggarung. “Selain Pabedilan, banjir juga terjadi di Kecamatan Pasaleman tepatnya di Desa Cilengkrang, Kecamatan Ciledug di Desa Ciledug Wetan, serta Kecamatan Losari di Desa Barisan,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketinggian air rata-rata berkisar antara 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Petugas BPBD bersama unsur TNI-Polri dan pemerintah kecamatan telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal.
BPBD juga mengimbau warga tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mungkin terjadi. Jika debit air kembali meningkat, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir juga terjadi Kota Cirebon. Sejumlah titik tergenang. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo mengatakan banjir terjadi Kota Cirebon biasanya dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang melanda wilayah Cirebon, Kuningan, Majalengka secara bersamaan.
“Saat itu intensitas hujan memang sangat tinggi dan bersamaan terjadi di empat kota/kabupaten wilayah. Kota Cirebon berada di daerah hilir, sehingga ketika kuantitas air sudah sangat tinggi, terjadi luapan,” jelasnya.
