Warga Masih Harus Waspada Perubahan Cuaca Cirebon Banjir, dari Kota hingga Wilayah Timur

Warga Masih Harus Waspada Perubahan Cuaca Cirebon Banjir
TERENDAM: Banjir di Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, kemarin, akibat luapan Sungai Cisanggarung. Foto: BPBD FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

Dengan volume air yang besar dari berbagai tempat menyebabkan infrastruktur pengendali air, seperti sungai dan sistem drainase, tidak mampu menampung debit air. Meski kondisi itu terjadi, Andi memastikan bahwa banjir di Kota Cirebon dapat ditangani dengan cepat.

Dalam kurun waktu sekitar lima jam, kondisi genangan air sudah surut sepenuhnya. Bahkan, pihaknya juga siaga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga, jika terjadi banjir pun dapat terkendali. “Alhamdulillah, seperti sebelumnya kondisi banjir, cepat selesai dan air surut,” ujarnya.

Salah satunya banjir yang terjadi di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo dan Terusan Pemuda. Menurutnya, tingginya volume air hujan membuat saluran air di wilayah tersebut tidak mampu menampung debit air, sehingga terjadi luapan.

Baca Juga:Pandangan Berbeda soal Penutupan Bank Cirebon, Furqon: Harusnya Dipertahankan, Tinjau UlangLPS Kebut Rekonsiliasi dan Verifikasi Data Nasabah Bank Cirebon

“Namun alhamdulillah, dalam waktu 3 sampai 4 jam kondisi sudah surut. Ke depan akan dikoordinasikan dengan DPUTR karena sebagian kewenangan juga berada di pemerintah pusat,” jelasnya.

Pihaknya juga telah memiliki konsep penanganan jangka panjang di kawasan perkantoran, yakni dengan pembangunan embung sebagai penampung air hujan. Namun, masi sebatas konsep

Terkait upaya antisipasi dan mitigasi, BPBD Kota Cirebon terus mengoptimalkan infrastruktur bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain itu, BPBD juga melakukan penguatan kapasitas masyarakat melalui Kelurahan Tangguh Bencana.

“Kami melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga drainase permukiman, hingga menjaga aliran sungai yang melintasi kawasan pemukiman,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Andi Wibowo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat Walikota Cirebon telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah hingga 30 April 2026. Artinya, hujan akan terjadi hingga beberapa minggu ke depan. (*)

0 Komentar