RADARCIREBON.ID – Jalan dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, seharusnya jadi etalase kota. Sayangnya, seperti jadi lintasan uji nyali. Sepanjang jalur utama dari depan SMAN 2 Cirebon hingga Denpom III Siliwangi, lubang menganga di dua sisi jalan.
Hasil penelusuran Radar Cirebon pada Jumat (13/2/2026) mencatat total 108 titik kerusakan atau lubang dengan ukuran bervariasi. Sebanyak 53 titik dari arah menuju Kesambi, dan 55 titik dari arah sebaliknya. Angka itu bukan sekadar statistik. Itu potret wajah kota.
Aspal di ruas tersebut tampak compang-camping. Di satu bagian, permukaan jalan mengelupas membentuk cekungan kecil seperti bekas gigitan. Di bagian lain, lubang besar menganga hingga kedalaman sekitar 15–20 sentimeter. Ban kendaraan yang melintas terdengar menghantam rongga aspal dengan bunyi keras, berulang-ulang, seperti irama tak diinginkan di jalan protokol.
Baca Juga:Stimulus untuk Diskon Tarif Transportasi dan Mudik GratisLibur Panjang! Awal Ramadan dan Tahun Baru Imlek Berdekatan
Di salah satu titik depan kawasan pertokoan dan pusat hiburan, lubang paling dalam terlihat jelas di tengah jalur kendaraan. Sebuah pembatas jalan plastik berwarna mencolok diletakkan tepat di atasnya. Benda itu bukan dekorasi. Ia berdiri seperti tanda bahaya darurat, isyarat bahwa pengendara harus menghindar jika tak ingin terperosok.
Tak jauh dari sana, sebelum lampu merah perempatan Jalan Pemuda–Jalan Dr Sudarsono, kondisi jalan lebih parah lagi. Permukaan aspal tampak bergelombang seperti ombak kecil membeku. Satu lubang melebar membentuk cekungan besar, cukup dalam untuk membuat sepeda motor oleng bila melaju cepat. Titik ini berada di jalur sibuk dari arah Hotel Batiqa menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota. Artinya, volume kendaraan tinggi, risiko pun berlipat.
Pemandangan di lapangan menunjukkan pengendara harus melambat mendadak. Seorang pemotor mengenakan jas hujan gelap terlihat menunduk fokus menatap permukaan jalan basah. Lampu motornya menyala terang, memantul di genangan air yang mengisi lubang-lubang aspal. Ban depan motornya bergoyang kecil saat melewati cekungan, menandakan permukaan jalan tidak rata. Di sisi lain ruas, deretan lubang tampak beruntun.
Kondisi berbeda namun sama memprihatinkan terlihat di titik lain. Saat cuaca cerah, permukaan jalan tampak kering tetapi bopengnya jelas. Aspal pecah memperlihatkan batu dasar jalan. Motor-motor melintas beriringan, sebagian pengendara sengaja mengambil jalur zig-zag untuk menghindari lubang.
