Dengan total 108 titik kerusakan hanya di satu jalan utama, pertanyaan publik kini mengarah pada kecepatan respons dinas terkait, dalam hal ini DPUTR. Warga berharap perbaikan tidak menunggu momentum tertentu, melainkan dilakukan segera sebelum memakan korban.
Sebelumnya, Kepala DPUTR Kota Cirebon Rachman Hidayat menyebut curah hujan tinggi belakangan ini berdampak langsung pada munculnya kembali kerusakan jalan di sejumlah titik. DPUTR telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota.
Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas penanganan. “Saat ini kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota,” ujar Rachman, Kamis lalu (29/1/2026).
Baca Juga:Stimulus untuk Diskon Tarif Transportasi dan Mudik GratisLibur Panjang! Awal Ramadan dan Tahun Baru Imlek Berdekatan
Rachman menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan jalan pada awal tahun belum dapat langsung dilakukan pada Januari. Proses pendataan dan administrasi masih berjalan. Namun setelah seluruh data rampung, perbaikan ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Februari.
Ia juga mengungkapkan adanya keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor infrastruktur. Meski begitu, dana yang tersedia akan dioptimalkan untuk menangani titik-titik yang dianggap paling berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. (ade)
