Baznas Kuningan Pertahankan Opini WTP Delapan Tahun Berturut-turut

Baznas Kuningan
HASIL AUDIT: Ketua Baznas Kuningan H R Yayan Sofyan menerima hasil audit laporan keuangan tahun buku 2025 dari Kantor Akuntan Publik Moch Zainuddin, Sukmdai & Rekan. Foto: Ist 
0 Komentar

KUNINGAN—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan kembali mencatatkan prestasi dalam tata kelola keuangan. Lembaga tersebut berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut berdasarkan hasil audit laporan keuangan tahun buku 2025.

Hasil audit tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Kantor Akuntan Publik Moch Zainuddin, Sukmadi & Rekan kepada Ketua Baznas Kuningan H R Yayan Sofyan, di Kantor Baznas Kuningan, Kamis (12/2/2026).

Ketua Baznas Kuningan HR Yayan Sofyan, menyampaikan bahwa raihan opini WTP ke-8 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada masyarakat, khususnya para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya.

Baca Juga:Jadwal Lengkap Uji Coba Inggris Jelang Piala Dunia 2026, Hadapi Selandia Baru dan Kosta RikaBanjir Kuningan, Ratusan Rumah di Cibingbin dan Ciwaru Terendam, Sejumlah Bangunan Rusak

“Alhamdulillah, audit telah selesai dilaksanakan dan kembali memperoleh opini WTP. Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai standar akuntansi yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Yayan, capaian tersebut menjadi momentum penting menjelang berakhirnya masa jabatan komisioner periode 2021–2026. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh jajaran pimpinan dan amil yang dinilai konsisten menjaga kualitas administrasi dan program.

“Tahun ini merupakan masa akhir jabatan kami. Kami bersyukur dapat menuntaskan amanah dengan hasil audit yang baik. Opini WTP ini adalah standar minimal yang harus terus dijaga sebagai bentuk amanah kepada umat,” katanya.

Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, Baznas Kuningan menjalani dua bentuk pengawasan secara rutin. Selain audit keuangan oleh auditor eksternal guna memastikan akuntabilitas laporan, lembaga juga menjalani audit syariah untuk memastikan seluruh proses penghimpunan dan penyaluran zakat sesuai ketentuan hukum Islam.

Pengawasan berlapis tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik. Baznas berharap transparansi yang terus dipertahankan dapat mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Ke depan, Baznas Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola, memperluas manfaat program, serta memastikan dana zakat tersalurkan tepat sasaran bagi masyarakat yang membuhkan. (ags)

0 Komentar