“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman ibadah yang dibangun sejak dini, karena haji adalah ibadah yang sakral dan memiliki waktu tunggu yang panjang,” ujar Menhaj.
Melalui berbagai penguatan tersebut, penyelenggaraan haji 2026 diarahkan untuk mencapai Tri Sukses Haji: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat, serta sukses peradaban dan keadaban lewat pembinaan karakter jamaah.
Menhaj berharap jamaah dapat berhaji dengan baik dan membawa nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat sepulang dari Tanah Suci. (dsw)
