CIREBON-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Desa (SID) di aula dinas setempat, kemarin.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH mengatakan, kegiatan yang diikuti 30 desa dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Astanajapura, Palimanan, Gegesik, dan Susukan ini, bertujuan untuk mendukung pelayanan administrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
“Setiap desa mengikuti pelatihan dengan metode praktik langsung penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa,” ujarnya.
Baca Juga:Dukung Program MBG, Polri Targetkan 61 SPPG Beroperasi di Jabar pada 2026Jadwal Lengkap Uji Coba Inggris Jelang Piala Dunia 2026, Hadapi Selandia Baru dan Kosta Rika
Lebih lanjut, dijelaskan Bambang, pemanfaatan Sistem Informasi Desa merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa.
“Dengan optimalisasi Sistem Informasi Desa, diharapkan pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tertib, dan terdokumentasi dengan baik,” ujar Bambang.
Diskominfo, lanjutnya, menargetkan pada tahun 2026 seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon akan memiliki dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pemerintahan desa.
“Diharapkan tahun 2026 ini, semua desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon akan memiliki dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID),” tukasnya.
Melalui bimtek ini, kata Bambang, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai pengelolaan data desa, pelayanan administrasi berbasis digital, serta penguatan kapasitas operator desa dalam mendukung implementasi SPBE di lingkungan pemerintahan desa.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas aparatur desa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi,” pungkasnya. (den/rls)
