RADARCIREBON.ID – Pemerintah Republik Indonesia hingga kini belum menetapkan awal 1 Ramadan 1447 H. Sejalan dengan itu, Nahdlatul Ulama Kota Cirebon masih menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama RI.
Ketua PCNU Kota Cirebon, Mustofa Rasjid, mengatakan penentuan awal Ramadan bagi umat Islam di wilayah Cirebon masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
“Kita sebagai warga negara mengikuti keputusan pemerintah. Penentuan 1 Ramadan menunggu hasil sidang isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga:Aset Tembus Rp30 Miliar, RAT Koperasi Sehat Sejahtera 2025Pasar Empuk Miras Oplosan, Polres Cirebon Kota Gelar Razia Tengah Malam
Menurut Mustofa, NU berpegang pada prinsip sami’na wa atha’na atau mendengar dan taat kepada keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan.
Ia menjelaskan, secara keilmuan NU mengacu pada hadis Rasulullah SAW tentang penetapan puasa melalui rukyatul hilal.
“Secara hisab sudah ada perhitungan, tetapi penentuan awal Ramadan tetap menunggu hasil rukyat dan isbat pemerintah,” katanya.
Mustofa menambahkan, NU memiliki Lajnah Falakiyah dan kalender resmi. Namun, penetapan awal puasa tetap mengikuti hasil rukyat dan sidang isbat yang dihadiri perwakilan PBNU.
“Jangan dipisah-pisahkan. Kita ikuti keputusan bersama,” tegasnya.
Terkait lokasi rukyatul hilal di wilayah Cirebon, ia menyebut biasanya dilakukan di kawasan Kejawanan dan Pantai Baro Gebang.
“Kami juga memiliki Lajnah Falakiyah yang ikut melakukan pemantauan hilal di lokasi tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, NU Kota Cirebon akan tetap mengikuti hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi yang berlaku secara nasional. (abd)
