INDRAMAYU – Curah hujan tinggi sejak awal tahun menyebabkan sejumlah kawasan perumahan di Kabupaten Indramayu mengalami genangan hingga banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu mengambil langkah cepat dengan membuka ruang dialog melalui forum penanganan banjir yang dipimpin langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Kegiatan yang digelar di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, belum lama ini, dihadiri perangkat daerah terkait, para camat dan lurah, RT/RW, perwakilan pengembang perumahan, serta masyarakat terdampak banjir.
Bupati Lucky Hakim menegaskan, forum dialog tersebut sengaja digelar untuk membahas persoalan banjir, sampah, dan tata kelola lingkungan secara terbuka agar masyarakat dapat berpartisipasi langsung. Menurutnya, secara geografis Indramayu merupakan daerah dataran rendah yang menjadi muara aliran air, sehingga penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan humanis.
Baca Juga:Ridha Triana Nahkodai DPC Jabar Bergerak Kabupaten IndramayuTP PKK Kuningan Perkuat SDM dan Ekonomi Keluarga Lewat Sosialisasi Program Gelari Pelangi
“Penanganan banjir tidak bisa diselesaikan 100 persen dalam waktu singkat. Normalisasi drainase, pembersihan saluran, pembangunan kolam retensi, serta kontribusi pengembang menjadi langkah penting, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh saran yang disampaikan akan ditampung dan dievaluasi. Langkah penanganan yang disepakati meliputi mediasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir, penentuan metode penanganan, serta pelaksanaan teknis di lapangan.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk aktif berdiskusi dan berkontribusi di wilayah masing-masing agar solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif, sinergis, dan berdampak nyata dalam menurunkan risiko banjir di Indramayu,” ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda, menyampaikan, pertemuan digelar berdasarkan hasil kunjungan bupati ke sejumlah kawasan perumahan terdampak.
“Tercatat, terdapat 21 perumahan yang sudah tidak memiliki pengembang, sehingga penanganannya melibatkan RT/RW dan masyarakat setempat. Kami berharap forum ini menghasilkan solusi terbaik agar ke depan kawasan perumahan di Indramayu Kota lebih aman dan terbebas dari banjir,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik menjelaskan, sistem drainase di kawasan perumahan saat ini belum terintegrasi secara optimal. Berdasarkan hasil survei, rencana pembangunan kolam retensi dinilai dapat mengurangi banjir, khususnya di wilayah Indramayu Kota.
