Hasil penelusuran Radar Cirebon pada Jumat (13/2/2026) mencatat total 108 titik kerusakan atau lubang dengan ukuran bervariasi. Sebanyak 53 titik dari arah menuju Kesambi, dan 55 titik dari arah sebaliknya. Angka itu bukan sekadar statistik. Itu potret wajah kota.
Aspal di ruas tersebut tampak compang-camping. Di satu bagian, permukaan jalan mengelupas membentuk cekungan kecil seperti bekas gigitan. Di bagian lain, lubang besar menganga hingga kedalaman sekitar 15–20 sentimeter. Ban kendaraan yang melintas terdengar menghantam rongga aspal dengan bunyi keras, berulang-ulang, seperti irama tak diinginkan di jalan protokol.
Sementara itu, upaya konfirmasi Radar Cirebon kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat ST, belum mendapat jawaban. Hingga Minggu sore (15/2/2026) sekitar puku 18.00 WIB, Rachman tak merespons WA maupun sambungan telepon koran ini. (abd/ade)
