RADARCIREBON.ID- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, pengurus Klenteng Hok Keng Tong atau Vihara Dharma Sukha di Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, sudah melakukan banyak persiapan. Minggu (15/2/2026), pengurus mulai memasang lampion serta menyalakan lilin di area klenteng sebagai bagian dari rangkaian penyambutan Imlek.
Pantauan Radar Cirebon, puluhan lampion merah tampak digantung di langit-langit klenteng, menciptakan suasana khas perayaan Imlek. Selain itu, lilin-lilin doa juga mulai dinyalakan oleh pengurus dan umat sebagai simbol penerangan dan harapan baik di tahun yang baru.
Ketua Pengurus Vihara Dharma Sukha, Kusnadi Halim, mengatakan lampu lampion warna merah yang dipasang memiliki makna tersediri. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sementara cahaya yang memancar menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta doa agar hubungan keluarga tetap harmonis.
Baca Juga:Polresta Cirebon Ungkap 12 Kasus NarkobaUang Nasabah Bank Cirebon Cair, Tahap Pertama Mencapai Rp89,5 Miliar
Menariknya, lampion-lampion itu kiriman dari berbagai daerah di Indonesia. “Jadi lampion-lampion kita ini kiriman umat dari berbagai kota. Ada yang dari Bandung, Jakarta, Tangerang, Palembang dan lainnya,” tuturnya.
Sebelumnya, pihaknya juga telah menggelar ritual awal berupa sembahyang Be Gwe yang dilaksanakan sekitar sepekan sebelum Imlek. Be Gwee merupakan ritual sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para dewa, khususnya Dewa Hok Tek Ceng Sin yang bersemayam di altar klenteng.
“Intinya Be Gwe adalah ucapan terima kasih. Selama setahun kami diberi kesehatan, rezeki, kelancaran usaha, meski tentu banyak kendala yang dihadapi,” ujarnya.
Selain sebagai ungkapan syukur, ritual tersebut juga diyakini sebagai momen menghantarkan para dewa naik ke langit untuk menyampaikan laporan kepada Kaisar Langit terkait kehidupan umat manusia selama setahun terakhir. Oleh karena itu, persembahan yang disajikan didominasi makanan manis seperti dodol dan permen.
Memasuki masa persiapan Imlek, pengurus juga melakukan pembersihan altar dan area klenteng. Setelah proses bersih-bersih selesai, pemasangan lampion menjadi penanda bahwa klenteng siap menyambut kedatangan kembali para dewa pada hari keempat Imlek.
Perayaan Imlek nantinya akan dilanjutkan dengan sembahyang malam tahun baru atau malam Ce It, kemudian ritual penyambutan turunnya kembali para dewa, hingga ditutup dengan sembahyang Tikong pada malam tanggal delapan menuju sembilan Imlek.
