Selain membuka lapangan kerja, manfaat lain dirasakan langsung oleh anak-anak penerima program. Asupan makanan bergizi membantu menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan.
Program ini juga memberi dukungan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui sehingga kualitas kesehatan keluarga meningkat sejak masa awal kehidupan anak. Dampak jangka panjangnya diharapkan terlihat pada peningkatan kualitas sumber daya manusia desa.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Dukupuntang, Suhedi, mengatakan keberadaan SPPG Cikalahang 3 memberi manfaat luas bagi warga, tidak hanya bagi anak sekolah tetapi juga kelompok rentan lainnya. “SPPG Dapur Sehat ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk anak didik, tetapi juga lansia, ibu menyusui, dan anak-anak terdampak stunting,” ujarnya.
Baca Juga:Polresta Cirebon Ungkap 12 Kasus NarkobaUang Nasabah Bank Cirebon Cair, Tahap Pertama Mencapai Rp89,5 Miliar
Menurutnya, keberadaan dapur sehat menjadi bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah Dukupuntang, khususnya Desa Cikalahang. “Kehadiran SPPG ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ucapnya.
Senada dikatakan tokoh masyarakat, Kiai Amin. Ia menilai keberadaan SPPG membawa efek berlapis. Mulai dari menekan pengangguran, menggerakkan ekonomi lokal, hingga memperkuat kualitas sumber daya manusia. “Kami berharap dengan adanya SPPG ini tidak ada lagi pengangguran di desa, sekaligus gizi anak-anak semakin baik,” katanya.
Dengan target peningkatan jumlah porsi dalam tiga bulan ke depan, fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat layanan gizi sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru bagi warga sekitar. Kehadiran SPPG tidak hanya menghadirkan program bantuan makanan, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang. (*)
