Sekolah Rakyat di Kota Cirebon Dikritik, Sarana Prasarana Belum Standar

Sekolah Rakyat di Kota Cirebon
DIALOG DENGAN SISWA: Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, saat meninjau Sekolah Rakyat di Kota Cirebon. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kondisi Sekolah Rakyat (SR) di Kota Cirebon dinilai belum optimal dan belum sepenuhnya sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Selly Andriany Gantina, usai meninjau fasilitas Sekolah Rakyat di kawasan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Sabtu (14/2/2026).

Selly mengaku prihatin terhadap kondisi sarana dan prasarana yang dinilai belum memenuhi standar, baik dari sisi aturan maupun pelaksanaan SOP.

Baca Juga:SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon Gelar Isra Mikraj dan Tarhib RamadanNU Kota Cirebon soal Penetapkan Awal 1 Ramadan 1447 H

“Saat mengecek kamar, saya melihat ranjang bertingkat dengan besi yang penyok. Ini berpotensi membahayakan siswa,” ujarnya.

Selain itu, keterbatasan kamar mandi juga menjadi sorotan. Dari puluhan siswa yang tinggal di asrama, hanya tersedia tiga kamar mandi yang digunakan bersama.

“Anak-anak harus mengantre mandi sejak pukul 3 pagi,” jelasnya.

Selly juga menyoroti status lahan sekolah yang belum pasti karena masih berada di lingkungan SMP Negeri 18 dan berada dalam kewenangan pemerintah daerah.

Ia berencana menyampaikan temuan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Temuan ini akan saya sampaikan dalam RDPU. Saya akan mengawal perbaikan fasilitas agar layanan pendidikan bagi masyarakat Cirebon semakin baik,” tegasnya. (cep)

0 Komentar