INDRAMAYU – Kabupaten Indramayu dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional dengan produksi Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2025 mencapai 1,6 juta ton. Namun, bukan berarti Indramayu hanya berfokus pada komoditas padi. Sektor hortikultura seperti buah dan sayuran, kini mulai dilirik, khususnya oleh para petani muda.
Salah satunya adalah tren budidaya melon yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. Para petani muda yang tergabung dalam Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) mengembangkan budidaya melon menggunakan sistem greenhouse (GH) dengan produk unggulan melon kualitas premium.
Perkembangan tersebut menarik perhatian Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA) untuk turut mendukung pengembangan teknologi pertanian yang diterapkan APEMI.
Baca Juga:Ada Klinik Pratama Karang Medika Ciawigebang, Warga Jadi Lebih Dekat untuk BerobatDipecat Manchester United, Ruben Amorim Berpeluang Gantikan Jose Mourinho di Benfica
“Saya menangkap bahwa APEMI ini, yang sudah berkoordinasi dengan kami, para penggeraknya adalah pemuda pelopor,” ujar Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Runita, usai panen melon di Kebun Melon Smart Farming Tanami, Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder, belum lama ini.
Runita menjelaskan, Bidang Kepemudaan Dispara tidak hanya berfokus pada kegiatan kepemudaan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, pihaknya menyambut baik kerja sama antara APEMI, TIKA, dan Kementerian Desa (Kemendes) dalam pengembangan budidaya melon yang digerakkan para petani muda.
“Sebagai bentuk dukungan Pemkab Indramayu, kami akan melakukan koordinasi lintas sektoral, seperti dengan DKPP, DPMD, dan Disnaker, karena ini berkaitan dengan kepemudaan. Kami berharap kerja sama ini dapat memaksimalkan peran pemuda di sektor pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura, Perkebunan, dan Penyuluhan DKPP Kabupaten Indramayu, M Ikhwan Farkhani menilai, dukungan Kemendes dan kolaborasi dengan TIKA merupakan langkah strategis untuk mendongkrak produksi pertanian, khususnya melon.
“Selama ini andalan kita adalah mangga. Namun sekarang pemuda Indramayu sangat tertarik mengembangkan melon. Saat ini produksi melon kita masih sekitar 500 kuintal per tahun,” ungkapnya.
Menurut Ikhwan, penerapan sistem greenhouse dengan teknologi semi-modern mampu meningkatkan produktivitas karena tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca. Dalam setahun, budidaya melon dengan sistem GH dapat dilakukan hingga empat kali masa tanam, sedangkan metode konvensional hanya dua kali.
