Kerusakan Jalan di Kota Cirebon Cuma Ditambal, Walikota Sebut Juni Baru Aspal Permanen

Walikota Effendi Edo meninjau Perbaikan Jalan
CEK LANGSUNG: Walikota Effendi Edo meninjau langsung pengerjaan, kemarin. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Walikota Cirebon Effendi Edo meninjau langsung proses penambalan Jalan dr Cipto Mangunkusumo, Selasa (17/2/2026). Ia datang bersama Kepala Dinas PUTR Rachman Hidayat serta Kepala BPBD Andi Wibowo.

Ketiganya tampak berdiri di tepi jalur sambil memperhatikan pengerjaan. Sesekali mereka menunjuk bagian yang belum rata dan memberi arahan agar lapisan diperhalus.

Menurut walikota, penanganan cepat dilakukan karena kerusakan jalan dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna. Ia menegaskan penambalan tidak berhenti dalam satu hari.

Baca Juga:Peresmian SPPG Cikalahang 3 Kecamatan Dukupuntang Serap Puluhan PekerjaCirebon Berselimut Merah, Imlek dan Kisah Panjang Perjumpaan Budaya

Pekerjaan akan dilanjutkan sampai seluruh titik rawan tertutup. Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan lubang yang paling berbahaya lebih dulu, terutama yang berada di jalur kendaraan padat.

Ia juga menekankan bahwa langkah tersebut bersifat sementara. Penambalan darurat dipilih karena dapat dikerjakan cepat dan langsung mengurangi risiko kecelakaan. Perbaikan permanen berupa pelapisan ulang direncanakan pada pertengahan tahun setelah kondisi cuaca lebih mendukung.

“Pengaspalan total membutuhkan waktu, perencanaan, anggaran, serta rekayasa lalu lintas yang matang agar tidak menimbulkan kemacetan panjang,” kata Effendi Edo kepada Radar Cirebon di lokasi perbaikan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUTR Rachman Hidayat menjelaskan metode tambal cepat di Jalan dr Cipto Mangunkusumo merupakan prosedur umum untuk penanganan darurat. Teknik ini memungkinkan perbaikan dilakukan tanpa harus menutup jalan sepenuhnya.

Selain itu, waktu pengerjaan relatif singkat sehingga gangguan lalu lintas dapat ditekan. Meski demikian, daya tahannya terbatas, terutama jika hujan deras turun dan kendaraan berat melintas terus-menerus.

Karena itu, program pengaspalan ulang tetap menjadi solusi jangka panjang. Rencana tersebut mencakup perataan total permukaan jalan agar tidak ada lagi sambungan tambalan.

Dengan pelapisan baru, struktur permukaan diharapkan lebih kuat menahan beban kendaraan serta perubahan cuaca. “Pemerintah menargetkan proyek permanen dimulai setelah musim hujan mereda,” kata Rachman kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Lampion Kiriman Umat; Bandung hingga PalembangPenyempurnaan Perbaikan Pipa Induk PDAM Kota Cirebon Rampung

Selama masa penanganan sementara, petugas lapangan diminta rutin memantau kondisi tambalan. Jika ditemukan bagian yang mulai retak atau terkelupas, perbaikan ulang akan dilakukan secepatnya. Pemantauan juga difokuskan pada titik yang sering tergenang air karena lokasi tersebut paling rentan rusak kembali. (ade)

0 Komentar