RADARCIREBON.ID -Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan.
Sidak dilakukan di Pasar Sumber dan Pasalaran pada Jumat (13/2), kemudian dilanjutkan ke Pasar Gebang Mekar dan Pasar Losari pada Sabtu (14/2).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Cirebon Drs H Imron MAg, didampingi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr Sophi Zulfia SH MH, serta jajaran Forkopimda dan Forkopimcam setempat.
Baca Juga:DLH Cirebon Hanya Andalkan Beko Tua, Usulan Diajukan Sejak 2016, Belum DisetujuiSidak Pasar di Perbatasan Cirebon, Bupati Imron Siapkan Opsi Operasi Pasar Murah Ramadhan
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan puasa, ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Menurutnya, sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, seperti telur, daging ayam, dan cabai.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah atau cabai setan yang mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram, sementara cabai merah keriting masih berada di kisaran Rp40 ribuan per kilogram.
“Beberapa komoditas memang mulai naik, seperti telur, ayam, dan cabai. Yang paling tinggi kenaikannya cabai setan,” ujarnya.
Dijelaskan Bupati Imron, kenaikan harga sebagian besar komoditas masih berada dalam rentang Rp500 hingga Rp2.000 per kilogram dan dinilai masih wajar.
Perbedaan harga juga dipengaruhi jalur distribusi, karena sebagian pedagang mengambil pasokan dari luar daerah sehingga harga menyesuaikan biaya angkut.
“Selama kenaikannya masih terukur, kami lakukan pemantauan. Namun jika lonjakan harga terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat, maka operasi pasar akan segera dilakukan,” tegas Bupati Imron.
Baca Juga:Survei Indikator: Kepuasan Publik pada Presiden Prabowo Capai 79,9 PersenSDN Larangan 1 Cirebon Lantik Pengurus OSIS
Pemkab Cirebon, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan Bulog dan unsur Forkopimda untuk mengantisipasi gejolak harga.
Operasi pasar disiapkan sebagai langkah intervensi apabila terjadi lonjakan signifikan menjelang Ramadan.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama memastikan jajarannya melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai distribusi bahan pokok, mulai dari supplier, peternak, hingga distributor.
“Kami memonitor dari hulu ke hilir, baik supplier, peternak ayam, maupun distributor telur dan daging, agar harga tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan signifikan menjelang puasa,” katanya.
