RADARCIREBON.ID – DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kota Cirebon akhirnya menambal puluhan titik lubang di Jalan dr Cipto Mangunkusumo, sejak Senin malam (16/2/2026). Perbaikan darurat ini untuk meningkatkan keselamatan pengendara dan mengantisipasi lonjakan volume kendaraan menjelang periode arus padat.
Pantauan Radar Cirebon, pengerjaan berlangsung hingga Selasa sore (17/2/2026) dengan pola kerja bergilir. Tim perbaikan bergerak dari satu titik kerusakan ke titik lain. Arus lalu lintas tidak ditutup total, melainkan diatur bergantian menggunakan sistem buka-tutup.
Di lokasi, aktivitas perbaikan terlihat intens. Beberapa pekerja mengenakan rompi keselamatan berdiri berjejer di badan jalan sambil mengayunkan sekop, meratakan campuran aspal panas yang masih mengeluarkan uap tipis. Permukaan tambalan tampak hitam pekat dan kontras dengan lapisan lama yang kusam.
Baca Juga:Peresmian SPPG Cikalahang 3 Kecamatan Dukupuntang Serap Puluhan PekerjaCirebon Berselimut Merah, Imlek dan Kisah Panjang Perjumpaan Budaya
Di belakang mereka, sebuah truk pengangkut material berhenti dengan bak terbuka, sementara satu pekerja lain menarik alat perata panjang agar lapisan baru sejajar dengan permukaan lama. Kendaraan yang melintas tampak melambat.
Pengendara motor menjaga keseimbangan saat melewati jalur sempit yang tersisa, sedangkan mobil mengantre rapi menunggu giliran. Beberapa pengemudi terlihat menoleh ke arah pekerja, memastikan ban tidak mengenai aspal yang masih lembek. Situasi lalu lintas relatif terkendali meski terjadi perlambatan di beberapa segmen.
Kerusakan di ruas tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena jumlah lubang cukup banyak dan tersebar. Kedalamannya bervariasi, dari yang dangkal hingga cukup dalam sehingga memperlihatkan batu dasar jalan. Saat hujan turun, cekungan berubah menjadi genangan air yang membuat pengendara sulit memperkirakan kondisi permukaan. Situasi ini meningkatkan risiko tergelincir maupun kerusakan kendaraan.
Keluhan warga sebelumnya cukup banyak. Di wilayah Kelurahan Pekiringan, khususnya RW 8 yang berada di Kecamatan Kesambi, kondisi jalan rusak disebut sudah lama dikeluhkan. Ketua RW 8 Ade Arifin menjelaskan wilayahnya terdiri dari enam RT dan sebagian ruasnya belum pernah diaspal.
“Baru diperbaiki siang ini. Warga sebelumnya banyak mengeluh karena jalan rusak. Beberapa pengendara sampai jatuh dan yang menolong ya warga sekitar juga,” ujarnya kepada Radar Cirebon kemarin (17/2/2026).
