Pawai Obor DKM Al Husna GSP Cirebon Semarakkan Tarhib Ramadan 1447 H

pawai obor
TARHIB RAMADAN: Warga Kompleks Griya Sunyaragi Permai (GSP), Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, antusias mengikuti pawai obor menyambut Ramadan yang digelar DKM Al Husna, Minggu malam (15/2/2026). Foto: IMAN SUDARMAN/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, DKM Masjid Al Husna di Kompleks Perumahan Griya Sunyaragi Permai (GSP) menggelar pawai obor, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan Tarhib Ramadan tersebut dilepas langsung oleh Ketua DKM Masjid Al Husna, Prof Dr KH Farihin Nur MPd, didampingi Ketua Pelaksana H Saleh Ending, tokoh masyarakat Dr H Hediayana Yusuf MM, Ketua RW 12 Ir H Ahmad Jubaedi, serta sejumlah tokoh lainnya di depan Masjid Al Husna.

Berdasarkan pantauan di lokasi, meski diguyur hujan rintik-rintik, ratusan peserta, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, antusias mengikuti pawai obor.

Baca Juga:Ada Klinik Pratama Karang Medika Ciawigebang, Warga Jadi Lebih Dekat untuk BerobatDipecat Manchester United, Ruben Amorim Berpeluang Gantikan Jose Mourinho di Benfica

Sambil melantunkan selawat dari mobil komando, para peserta berjalan kaki mengelilingi kawasan GSP yang meliputi RW 12, RW 16, dan RW 17, sebelum kembali ke halaman masjid.

Ketua DKM Masjid Al Husna, Prof Dr KH Farihin Nur MPd mengatakan, Tarhib Ramadan merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian program Ramadan 1447 Hijriah yang telah disiapkan DKM.

Menurutnya, secara psikologis, Tarhib Ramadan memiliki dampak positif, khususnya bagi anak-anak, untuk menanamkan pemahaman bahwa Ramadan adalah bulan suci yang harus dimuliakan oleh umat Islam.

Dengan demikian, sejak dini anak-anak memahami kewajiban berpuasa ketika telah balig.

“Tarhib merupakan bentuk internalisasi nilai kecintaan terhadap agama sekaligus pengenalan bahwa Ramadan adalah bulan ibadah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pawai obor juga melibatkan warga GSP, baik sebagai peserta maupun warga yang rumahnya dilalui rute pawai.

Hal ini bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menyosialisasikan kesiapan menyambut Ramadan kepada masyarakat.

Baca Juga:Bupati Kuningan Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Haga Daging Sapi Naik 40 PersenJelang Ramadan, Ratusan Botol Miras Berhasil Disita Jajaran Polsek Juntinyuat

“Kami ingin masyarakat bangga dan terlibat dalam kegiatan Tarhib Ramadan, sekaligus menginformasikan kepada warga agar bersiap menyambut Ramadan,” katanya.

Prof Farihin menilai, tradisi pawai obor sebagai bagian dari Tarhib Ramadan merupakan budaya bangsa yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik secara vertikal maupun horizontal, serta sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual.

“Kami mengajak umat Islam untuk memakmurkan masjid, menjalankan puasa dengan baik, serta mengisi malam dengan Salat Tarawih dan Tadarus Alquran, baik secara pribadi maupun berjamaah. Kami juga menghimpun zakat, infak, dan sedekah, untuk disalurkan kepada para mustahik,” jelasnya.

0 Komentar