KUNINGAN–Satu tahun kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani menjadi momentum evaluasi arah pembangunan Kabupaten Kuningan. Refleksi digelar di Pendopo Kabupaten, Senin malam (16/2/2026), dengan menegaskan kembali visi Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh).
Dalam setahun pertama, pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal cukup berat, mulai dari pengurangan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp111 miliar hingga gagal salur Dana Bagi Hasil (DBH) Rp78 miliar. Di tengah keterbatasan tersebut, dilakukan rasionalisasi anggaran dan efisiensi belanja perangkat daerah.
“Pembangunan yang sehat dimulai dengan kondisi fiskal yang kuat,” ujar Dian.
Baca Juga:Ada Klinik Pratama Karang Medika Ciawigebang, Warga Jadi Lebih Dekat untuk BerobatDipecat Manchester United, Ruben Amorim Berpeluang Gantikan Jose Mourinho di Benfica
Komitmen itu diwujudkan dengan penyelesaian tunda bayar Rp96,7 miliar pada September 2025, lebih cepat dari jadwal. Tahun anggaran 2025 pun ditutup tanpa tunda bayar maupun gagal bayar.
Stabilitas fiskal tersebut berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah mengalokasikan Rp53 miliar untuk perbaikan 153 ruas jalan di berbagai wilayah. Infrastruktur dipandang sebagai akses penting bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Dari sisi ekonomi, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan. Angka kemiskinan turun menjadi 10,74 persen atau sekitar 12.160 warga keluar dari garis kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 7,59 persen. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2025 tercatat 9,11 persen.
Transformasi birokrasi juga dilakukan melalui digitalisasi layanan publik. Berdasarkan survei Jamparing Research, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Kuningan mencapai 88,84 persen.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Kuningan turut meraih sejumlah penghargaan tingkat provinsi dan nasional di bidang tata kelola pemerintahan, pengendalian inflasi, pelayanan administrasi kependudukan, hingga pembangunan daerah.
Menutup refleksi, Dian mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat gotong royong dalam membangun daerah. Ia menegaskan bahwa satu tahun pertama merupakan fondasi awal menuju Kuningan yang lebih tangguh dan berdaya saing.
“Satu tahun ini adalah langkah awal. Perjalanan masih panjang, dan kita harus berjalan bersama untuk mewujudkan Kuningan Melesat,” ujarnya. (ags)
