SNMB Madrasah Unggulan 2026/2027 Tembus 36.973 Pendaftar, Seleksi CBT Digelar Serentak

irektur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno
​PILIHAN UTAMA: Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyebut madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama. Terbukti ada 36.973 peserta melakukan registrasi SNMB Madrasah Unggulan 2026/2027. disway
0 Komentar

RADARCIREBON.ID –Antusiasme pelajar untuk masuk madrasah unggulan kian menguat. Kementerian Agama mencatat puluhan ribu siswa mendaftar dalam Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027, memperlihatkan bahwa madrasah semakin dipandang sebagai destinasi utama pendidikan, bukan lagi sekadar pilihan cadangan.

Hingga penutupan pendaftaran, SNMB Madrasah Unggulan 2026/2027 mencatat 36.973 peserta melakukan registrasi. Tahun ini, seluruh tahapan pendaftaran diterapkan secara digital penuh. Data Kemenag menunjukkan semua pendaftar telah merampungkan unggah dokumen secara daring tanpa ada berkas yang tertahan dalam status draft, sehingga proses administrasi dinilai lebih rapi dan efisien.

Dari total peserta, sebagian besar memilih jalur kompetisi terbuka melalui tes. Rinciannya, 36.126 siswa mendaftar melalui jalur tes, sementara 404 peserta memilih jalur prestasi.

Baca Juga:DLH Cirebon Hanya Andalkan Beko Tua, Usulan Diajukan Sejak 2016, Belum DisetujuiSidak Pasar di Perbatasan Cirebon, Bupati Imron Siapkan Opsi Operasi Pasar Murah Ramadhan

Seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) dijadwalkan berlangsung serentak selama dua hari, Sabtu–Minggu (14–15 Februari 2026), di sejumlah titik pelaksanaan di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno, saat meninjau pelaksanaan CBT di MAN 1 Surakarta dan MTsN Surakarta 1, menilai tingginya angka pendaftar mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap madrasah. “Madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama. Kepercayaan publik/masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah unggulan terus meningkat setiap tahunnya,” ungkap Amien.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas seleksi. Menurutnya, madrasah unggulan dirancang untuk melahirkan generasi yang kuat dalam Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), sekaligus kukuh pada Imtak (Iman dan Takwa).

Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah memastikan seluruh proses seleksi—baik jalur prestasi maupun CBT—berjalan transparan karena ditopang sistem digital yang terintegrasi. Nyayu menambahkan, daya saing madrasah diperkuat oleh keunggulan berupa pembinaan akhlak dan pendalaman keagamaan, yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan karakter bangsa.

Lonjakan pendaftar pada 2026 ini dinilai semakin menegaskan posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menggabungkan prestasi akademik dengan pembentukan kepribadian dan moralitas. (dsw)

0 Komentar