Sementara itu, perwakilan peternak sapi, H Tarmo menyebut, populasi sapi di wilayah tersebut mencapai hampir 3.000 ekor, dengan rincian 2.000 ekor di Situ Bolang, 700 ekor di Desa Amis, Kecamatan Cikedung, dan 200 ekor di Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea.
“Jumlah sapi yang hampir 3.000 ekor tentu membutuhkan lahan dan pakan yang cukup besar. Kami datang untuk mencari solusi, terutama kebutuhan mendesak terkait pakan. Alhamdulillah, kita sepakat untuk saling menjaga sambil menunggu keputusan para pemangku kebijakan. Kami berharap ada ketersediaan lahan penggembalaan untuk budidaya sapi,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Keuangan PT PG Rajawali II Unit Jatitujuh, Warsim menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti masukan dari kedua belah pihak.
Baca Juga:Pastikan Jemaat Tionghoa Beribadah Khusyuk pada Perayaan Imlek 2577, Polisi Sigap BerjagaJelang Ramadan 1447 H, Pemkab Kuningan Hentikan Sementara Car Free Day
“Kami akan menyampaikan hasil audiensi ini kepada pengelola saham. Kami menyambut baik kesepakatan yang sudah dicapai. Terkait harapan kedua belah pihak, akan ditindaklanjuti melalui pertemuan lanjutan antara peternak dan petani agar bisa diselesaikan di tingkat lapangan,” katanya. (oni)
