KAHMI Jabar Komitmen Kawal Kebijakan Gubernur KDM, Indramayu Jadi Prototipe Pembangunan

KAHMI Jawa Barat
SIAP KAWAL: KAHMI Jawa Barat siap mengawal kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) di Jawa Barat. Juga mengawal kebijakan Pemkab Indramayu. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III bertema “KAHMI Jabar Istimewa Road to Indonesia Emas”.

Forum ini menjadi momentum konsolidasi alumni HMI se-Jawa Barat dalam merumuskan langkah strategis menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) yang direncanakan berlangsung pada Mei atau Juni 2026 mendatang.

Sebelum rakorwil, rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi dan sharing session di Pendopo Indramayu bersama Bupati Lucky Hakim. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat George Edwin Sugiharto, serta sejumlah tokoh nasional seperti Fuad Bawazier, Yuddy Chrisnandi, dan Abdullah Puteh.

Baca Juga:Pastikan Jemaat Tionghoa Beribadah Khusyuk pada Perayaan Imlek 2577, Polisi Sigap BerjagaJelang Ramadan 1447 H, Pemkab Kuningan Hentikan Sementara Car Free Day

Sekretaris MW KAHMI Jawa Barat, Yoga Rahardiansyah SH mengatakan, Rakorwil III merupakan forum penting untuk menyatukan gagasan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Ini forum konsolidasi alumni HMI di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat untuk merumuskan langkah-langkah strategis serta rekomendasi menjelang Musyawarah Wilayah yang akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan,” ujar Yoga, belum lama ini.

Menurut Yoga, rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan isu-isu strategis dan sidang pleno. Dalam pleno tersebut, masing-masing daerah menyampaikan laporan terkait persoalan yang dihadapi serta potensi rekomendasi yang dapat diangkat ke tingkat provinsi maupun nasional.

“Pleno diawali dengan laporan dari masing-masing kabupaten tentang persoalan daerahnya dan apa saja yang bisa diangkat menjadi rekomendasi di tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.

Salah satu hasil rakorwil adalah rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KAHMI dan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengawalan pembangunan daerah. Indramayu akan dijadikan proyek percontohan (prototipe) sebelum diterapkan di kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

“KAHMI dengan segala akses, jaringan, dan koneksinya, diharapkan bisa membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Indramayu. Ini akan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain,” tambahnya.

Rakorwil ini diikuti delegasi dari 24 kabupaten/kota di Jawa Barat, masing-masing mengirimkan empat perwakilan, dengan total peserta sekitar 100 orang. Penunjukan Kabupaten Indramayu sebagai tuan rumah mempertimbangkan sejumlah faktor strategis. Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan produksi beras tertinggi di Jawa Barat, serta produsen sektor perikanan terbesar di provinsi tersebut.

0 Komentar